<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340</id><updated>2011-07-28T18:13:28.090+07:00</updated><category term='Thoughts'/><title type='text'>Hijau Biru</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-1996109577742788518</id><published>2010-03-20T09:20:00.002+07:00</published><updated>2010-03-20T09:25:02.524+07:00</updated><title type='text'>Bitch</title><content type='html'>Just one word.... Bitches.... Can't wait to say: you, You are not my friend anymore.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-1996109577742788518?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/1996109577742788518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=1996109577742788518&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/1996109577742788518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/1996109577742788518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2010/03/bitch.html' title='Bitch'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-3174383118505279681</id><published>2010-03-19T10:47:00.002+07:00</published><updated>2010-03-19T11:35:06.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thoughts'/><title type='text'>Feel like Sheldon</title><content type='html'>Sheldon Cooper is my favorite character from The Big Bang Theory as he embodies the nerdiest attitude of geeks. I particularly love the episode when he decided that Raj shouldn't become his friend anymore as Sheldon wanted to befriend another promising scientist. I laughed when I watched it, with a tinge of pity for Sheldon whose friends were actually waved and called: 'me, me', when he was still choosing. Raj was happy that he was chosen because he couldn't stand Sheldon's antics sometimes. But the actions of his friends didn't bother Sheldon at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am now being treated like Sheldon. People around me now can't stand me. I feel alone. At this time, I wish I am brave enough to do what Sheldon did and do not bother about the consequences.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-3174383118505279681?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/3174383118505279681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=3174383118505279681&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/3174383118505279681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/3174383118505279681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2010/03/feel-like-sheldon.html' title='Feel like Sheldon'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-8601803515346229150</id><published>2008-04-05T03:03:00.003+07:00</published><updated>2008-04-05T04:13:32.441+07:00</updated><title type='text'>Ayah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tepuk tangan ramai bersahutan ketika nama ayahku dipanggil. Setelah menerima raporku, Pak Mustar mempersilakan ayahku menempati kursi nomor lima yang kosong, dan tepuk tangan kembali membahana waktu namanya kembali dipanggil untuk mengambil rapor Arai. Tidaklah terlalu buruk, seorang tukang sekop di wasrai dipanggil dua kali oleh Kepala SMA Negeri Bukan Main. Kulihat senyum menawan ayahku dan aku tahu, saat itu adalah momen terbaik dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selesai menerima rapor, ayahku keluar dari aula dengan tenang dan dapat kutangkap keharuan sekaligus kebanggan yang sangat besar dalam dirinya. Beliau menemui kami, tapi tetap diam. Dan inilah momen yang paling kutunggu. Momen ini hanya sekilas, yaitu ketika beliau bergantian menatap kami dan dengan jelas menyiratkan bahwa kami adalah pahlawan baginya. Dan kami ingin, ingin sekali dengan penuh hati, menjadi pahlawan bagi beliau. Lalu ayahku tersenyum bangga, hanya tersenyum, tak ada sepatah pun kata. Senyumnya itu seperti ucapan terima kasih yang diucapkan melalui senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Sang Pemimpi, Andrea Hirata: Bentang, 2006)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Cuplikan di atas diambil dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Mozaik 8&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt; buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Sang Pemimpi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;yang merupakan buku kedua &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Tetralogi Laskar Pelangi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;-nya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;Andrea Hirata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;. Andrea Hirata berhasil menggambarkan dengan lugas kebanggan seorang ayah terhadap anaknya. Kebanggan sang ayah yang pendiam tergambar dari persiapan sang ayah untuk mengambil rapor anaknya yang termasuk dalam 10 besar SMA Negeri Bukan Main. Sebuah balasan manis dari sang anak dan keponakan atas perjuangan lelaki sederhana itu dalam menyekolahkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Membaca mozaik ini, air mata tidak tertahan tertumpah. Terpikir kapan terakhir kali diri ini membuat mendiang ayah bangga. Bahkan terpikir apakah aku pernah membuat beliau bangga di akhir masa hidup beliau. Jika Ikal bisa melihat kebanggaan sang ayah dari senyum dan persiapannya, aku bukan seorang anak yang cukup peka untuk bisa melihat hal2 subtil seperti itu. Mendiang ayah yang juga pendiam membuat kesalah pahaman semakin mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Jika Ikal melihat kebanggaan sayang ayah pada saat pembagian rapor, maka aku baru bisa memahami kebanggaan mendiang ayah sewaktu tidak sengaja mendengar percakapan beliau dengan rekan kerjanya. Di situ dengan bangga beliau menceritakan prestasi akademikku yang tidak seberapa. Tapi itu kejadian yang sudah lama sekali. Sejak itu, prestasi akademikku terus turun. Aku tidak tahu apakah beliau masih bangga terhadapku atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Ayahku jarang memberi komentar jika aku bercerita mengenai pengalamanku di sekolah yang merupakan ritual kami setiapa hari. Aku juga tidak pernah berpikir lebih jauh mengenai apa2 yang kuceritakan kepada ayah. Hingga suatu hari aku bercerita mengenai guruku yang mogok mengajar kelas. Aku menceritakannya dengan senang karena merasa akan mempunyai lebih banyak waktu bebas. Tapi mogok mengajar itu hanya berlangsung seminggu. Petang hari setelah sang guru kembali mengajar, ayah bertanya apakah pelajaran sudah berjalan lagi. Dengan polos aku mengiyakan. Setelah itu baru aku tahu bahwa ayah mengunjungi kepala sekolah dan menceritakan permasalahan itu kepada beliau. Saat itu aku baru menyadari bahwa ayah bukan hanya sesosok laki2 yang setiap sore diam mendengarkan celoteh putra-putrinya, tapi beliau ternyata seorang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;problem solver&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sayangnya kenangan itu tertutup oleh kesibukan sehari2 sehingga yang terlihat olehku adalah sosok pensiunan yang gemar bermalas2an di depan televisi, bukan sosok yang menghabiskan masa mudanya membanting tulang menjadi kuli untuk membiayai pendidikannya sendiri. Sosok pensiunan yang menghabiskan waktunya dengan meminta tolong pamanku untuk mengantar beliau belanja bulanan, bukan sosok laki2 yang mengajari paman2ku cara menyetir mobil. Banyak lagi sisi positif ayah yang tidak terlihat olehku karena aku melihatnya dengan filter yang menyaring semua yang baik sehingga gambaran yang kulihat hanyalah sisi yang kuanggap buruk. Padahal, setiap tindakan yang beliau lakukan selalu mempunyai dasar. Dan aku tidak pernah berusaha untuk memahami alasan beliau melakukan berbagai hal bagiku terlihat aneh, buang2 waktu dan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sisi baik ayah terlihat kembali setelah membaca Mozaik 8. Filter yang selama ini kupakai untuk melihat beliau, dan masih terus kupasang bahkan setelah beliau berpulang ke Rahmatullah, tanggal sudah. Sosok pekerja keras, penolong sesama, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;problem solver&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;, pemberi nasehat dan penopang keluarga sekarang terlihat jelas. Dan yang tertinggal adalah air mata yang akan selalu menitik setiap aku mengingat beliau. Waktu memang tidak bisa diputar kembali, tapi seandainya ada kesempatan untuk mengulang satu saja peristiwa dalam hidupku, maka aku akan memohon untuk diberi kesempatan untuk memohon ampun kepada beliau sebelum kepergian beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; font-style: italic;"&gt;musim semi, mengenang hampir 3 tahun kepergian ayah tercinta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-8601803515346229150?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/8601803515346229150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=8601803515346229150&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/8601803515346229150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/8601803515346229150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2008/04/ayah.html' title='Ayah'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-8291084988394434950</id><published>2007-12-21T03:34:00.000+07:00</published><updated>2007-12-21T03:38:28.211+07:00</updated><title type='text'>Waktu</title><content type='html'>Tidak terasa sudah hampir 2 tahun aku meninggalkan kotaku tercinta. Begitu banyak yang terjadi di masa itu, tapi apakah banyak juga yang sudah kupelajari? Entahlah. Tiba2 aku jadi ingat kata2 dari lirik nasyid:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi masa, sesungguhnya manusia kerugian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dannn.... seperti biasa, kepanikan melanda karena baru menyadari banyaknya kesia2an yang kulakukan. sampai kapan kepanikan ini akan bertahan? entahlah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngantuk...........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-8291084988394434950?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/8291084988394434950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=8291084988394434950&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/8291084988394434950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/8291084988394434950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/12/waktu.html' title='Waktu'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-543754890624456710</id><published>2007-10-31T22:55:00.000+07:00</published><updated>2007-10-31T23:17:20.370+07:00</updated><title type='text'>Suara</title><content type='html'>Selama hidup kita, kita mendengar berbagai jenis suara. Mulai dari suara alam seperti kicau burung, suara percakapan manusia, hingga suara2 mesin. Seluruh suara itu tanpa terasa mengisi hari2 kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun aku dibesarkan di perkotaan, tapi kakek memelihara berbagai jenis unggas di kebun rumah kami yang cukup luas. Mulai dari ayam, bebek, merpati hingga berbagai burung bersuara merdu. Oleh karena itu aku tumbuh dengan mendengar kokok ayam saat fajar dan kicauan burung di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat beranjak dewasa, aku memilih kuliah di kampus yang berdekatan dengan kebun binatang.  Setiap kuliah pagi, aku bisa mendengar suara2 hewan yang ribut minta sarapan mereka. Saat itu, hari2ku diisi dengan suara manusia, hewan dan kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus, aku beruntung bekerja di kantor yang cukup rindang. Cukup banyak burung2 yang sering menyambangi pohon2 di kantorku sehingga aku bisa mendengar kicauan mereka. Selain suara burung, aku juga bisa mendengar teriakan2 pemain bola yang sedang berlatih di lapangan dekat kantor. Pada malam hari, biasanya aku bisa mendengarkan geraman maupun gonggongan anjing tetangga yang diselingi dengan suara berisik motor dan kendaraan lain yang lewat di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua suara itu tanpa terasa sudah menjadi bagian dari hidupku. Dan aku menganggap sudah sewajarnyalah suara2 itu ada di sekitarku, meskipun kalau aku boleh memilih, ingin rasanya menyumbat knalpot mobil dan motor yang bunyinya memekakkan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, baru aku sadari bahwa setiap daerah mempunyai kekhasannya sendiri, bahkan dalam masalah suara. Di tempatku merantau sekarang, aku beruntung mendapatkan tempat tinggal di daerah pinggiran yang cukup tenang. Suara yang biasa kudengar di daerah ini hanyalah suara kicauan burung dan kendaraan bermotor, dan suara anak kecil saat akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku baru sadar kalau aku hampir tidak pernah mendengar anjing menggonggong atau pun melolong meskipun banyak sekali orang di sekitar sini yang memiliki anjing. Apalagi suara kokok ayam, aku tidak pernah mendengarnya sama sekali. Baru sekarang aku merasa ada sesuatu yang hilang. Aku memang menyukai ketenangan daerah ini. Tapi rasanya akan sangat menyenangkan kalau bisa sesekali mendengar suara kokok ayam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjelang hujan bulan November&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-543754890624456710?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/543754890624456710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=543754890624456710&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/543754890624456710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/543754890624456710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/10/suara.html' title='Suara'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-8275145197133691987</id><published>2007-08-08T08:56:00.000+07:00</published><updated>2007-08-08T08:57:19.589+07:00</updated><title type='text'>kembali ke titik nol</title><content type='html'>rasanya udah capek bolak-balik mikirin n ngomongin ujang. so, sekarang saya akan kembali ke titik nol dan menapaki jalan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngantuk......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-8275145197133691987?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/8275145197133691987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=8275145197133691987&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/8275145197133691987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/8275145197133691987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/08/kembali-ke-titik-nol.html' title='kembali ke titik nol'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-4984091856626687896</id><published>2007-07-14T03:52:00.001+07:00</published><updated>2007-07-14T04:23:31.982+07:00</updated><title type='text'>bola 11 dan 9</title><content type='html'>ada pepatah yang paling terkenal di negeri tercinta: keledai tidak akan terjatuh untuk kedua kalinya di lubang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, sepertinya aku lebih parah dari keledai. kenapa? karena aku nyaris melakukan kesalahan yang sama seperti waktu masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu, waktu kuliah, ada kakak kelas yang pendekatan ke teman sekelasku dengan cara tidak langsung. kalau menurut istilah seorang kawan, ibaratnya si kakak kelas main bilyar dan berusaha menembak bola 11 secara tidak langsung dengan mengenai bola 9 dulu. yang jadi permasalahan sekarang adalah si bola 9 ini juga manusia (bukannya cuma rocker aja yang manusia) berjenis kelamin perempuan yang masih culun dan lagi beger2nya. kebayang dong ge-er nya si bola 9 ini didekati sama si kakak kelas. pake dikasih bunga (rumput). udah gitu kalo ngumpul2, kakak kelas ini suka nyanyi pake gitar sambil menatap saya. siapa yang ga ge-er.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eniwei, seiring dengan berjalannya waktu, ketahuan lah bahwa si kakak kelas ini ternyata maunya nembak temanku sendiri. patah hati lah daku. pengalaman ini menjadi pelajaran pahit buat saya dalam perjalanan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangnya, setelah sekian lama, pengalaman itu sedikit terlupa. baru teringat lagi beberapa hari yang lalu sewaktu melihat si ujang dengan seorang rekan. ujangnya sih ga papa, tapi kenapa rekan yang manis ini jadi salah tingkah waktu kepergok berduaan dengan ujang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pencerahan datang dengan tiba2 dan skenario lama bola 9 dan bola 11 langsung melintas. mungkin akan ada yang berpikir bahwa saya kemudian akan merasa sedih? salah sekali. karena reaksi saya yang pertama adalah merasa bersalah menghalangi perjalanan bola 11 alias si eneng manis. akhirnya sepanjang sore itu, saya hanya bisa meminta maaf kepada si ujang dan eneng manis itu di dalam hati. maafkan kebodohan saya yang ke ge-er an. maafkan saya yang bertingkah seenaknya. maafkan saya yang membuat eneng jadi salting. maafkan, maafkan, maafkan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah minta maaf dalam hati, perasaan sudah cukup lega. tapi jujur saja, hati belum siap untuk 'konfrontasi' berikutnya. well, siap ga siap harus siap, tadi siang dihadapkan dengan mereka berdua lagi yang bersiap2 untuk makan siang bareng. sekali lagi si eneng manis menunjukkan ke-salting-annya. bikin aku tambah heran. kenapa juga harus salting ma saya? aneh. kalaupun dia tahu saya suka ma si ujang, kenapa dia yang harus salting? tambah bingung. kalau aku di posisi dia sih, aku ga bakalan salting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paling tidak, aku segera sadar mengenai fungsiku sebagai bola 9 sebelum berlarut2. jelas dong saya menolak jadi bola 9 lagi. so, aku kembali ga pedulian ma si ujang. dan seperti biasa, si ujang lah yang mulai selalu menjelaskan semua sikapnya sekarang ke saya. who cares? i'm beyond caring now, jang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhir minggu yang cerah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-4984091856626687896?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/4984091856626687896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=4984091856626687896&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/4984091856626687896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/4984091856626687896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/07/bola-11-dan-9.html' title='bola 11 dan 9'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-3580383954100297301</id><published>2007-07-09T00:10:00.000+07:00</published><updated>2007-07-09T00:18:00.309+07:00</updated><title type='text'>salahku?</title><content type='html'>tadi waktu makan bareng dua teman cowok, aku cerita bahwa aku sedang patah hati. dengan semangat mereka mendengarkan ceritaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu selesai, komentar mereka: "salah kamu sendiri, kenapa ga coba cari tahu dia udah punya pacar atau belum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAAAK....... tapi dengan culunnya aku bilang: "harusnya gitu ya?" padahal dalam hati pengen teriak: "hello? I need sympathy here!!" *mengasihani diri sendiri mode: ON*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi bingung, apa memang harus seperti itu? apa kita harus selalu mencari tahu status setiap orang di sekitar kita untuk persiapan siapa tahu jatuh cinta ma salah satu dari mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;au ah gelap......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;btw, kenapa ya tiap orang yang aku ceritain malah komentarnya cuma: kaciaaann.... salah loe sendiri..... hiks..... muka gue ga serius kali yee....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nulis sambil dengerin Rob Thomas emang paling OK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-3580383954100297301?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/3580383954100297301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=3580383954100297301&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/3580383954100297301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/3580383954100297301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/07/salahku.html' title='salahku?'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-8424274450096886622</id><published>2007-07-08T20:59:00.000+07:00</published><updated>2007-07-08T21:04:52.668+07:00</updated><title type='text'>tebar pesona</title><content type='html'>beberapa tahun yang lalu, aku pernah terjebak oleh ke-charming-an seorang kenalan . aku pikir kebaikannya sama dengan perasaan suka yang kurasakan. ternyata aku salah sangka. dia memang charming n suka tebar pesona kemana2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru2 ini, kembali aku terbawa perasaan akibat ke-charming-an si ujang. sempat naik turun. sempat coba menghapus dia. akhirnya berusaha nrimo. tadi malam baru tahu kalo dia dah punya cewek. untung kali ini rada waspada. jadinya ga semencelos waktu sebelumnya. biarpun gitu, si ujang tetap tebar pesona kemana2. emang udah dari sananya dia begitu kali ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh well, such as life. masih ada kereta (baca: ujang2 lain) yang akan lewat, marpuah :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;summer cerah tapi berangin kencang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-8424274450096886622?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/8424274450096886622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=8424274450096886622&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/8424274450096886622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/8424274450096886622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/07/tebar-pesona.html' title='tebar pesona'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-7764272513022496220</id><published>2007-06-06T04:15:00.000+07:00</published><updated>2007-06-06T04:21:25.053+07:00</updated><title type='text'>keinginan</title><content type='html'>banyak yang kuinginkan di dunia ini&lt;br /&gt;keinginan yang biasa2 saja&lt;br /&gt;sampai yang rada nyleneh menurut ukuran saya&lt;br /&gt;berbagai persepsi diri kumiliki&lt;br /&gt;ada yang positif, tapi lebih banyak yang negatif&lt;br /&gt;saat satu persatu keinginan2 itu terpenuhi&lt;br /&gt;satu persatu persepsi negatif berguguran&lt;br /&gt;saat khayalan2 terpenuhi&lt;br /&gt;satu persatu persepsi positif menguat&lt;br /&gt;hanya saja kadang pembuktian meninggalkan rasa pahit&lt;br /&gt;jika sudah demikian,&lt;br /&gt;maka diri kemudian berandai2......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-7764272513022496220?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/7764272513022496220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=7764272513022496220&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/7764272513022496220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/7764272513022496220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/06/keinginan.html' title='keinginan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-7673618014921046468</id><published>2007-05-27T16:36:00.000+07:00</published><updated>2007-05-27T16:56:03.430+07:00</updated><title type='text'>Tiga kata</title><content type='html'>Sewaktu mulai bekerja di sini, terus terang saya sedikit khawatir harus berbasa-basi di pagi hari dengan rekan2 kerja. Maklum, saya benar2 tidak mengerti bahasa setempat (ok, saya seharusnya belajar bhs setempat, tapi ada keterbatasan yang menyebabkan saya memutuskan untuk tidak mengambil kelas bhs).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya sangat beruntung karena saya dapat menggunakan Bahasa Inggris di tempat kerja saya. Sehingga, di pagi hari yang perlu saya lakukan adalah mengucapkan "Pagi" ke setiap ruangan yang pintunya terbuka. Syukur2 ga ada pintu yang terbuka, jadinya ga perlu bicara hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor yang lain (saya memang bekerja di dua tempat yang berbeda tapi di bawah satu institusi), kebetulan ruangan saya terletak di sayap yang jauh dari pusat "kekuasaan" dan berada di atas aula yang luas. Kebanyakan pintu ruangan selalu tertutup karena dingin ataupun angin. Alhasil, saya tidak perlu mengucapkan salam sama sekali. Datang, langsung masuk ke ruangan dan tidak keluar lagi hingga waktu pulang. Ga perlu ngobrol dengan tetangga dan jarang ketemu orang :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, saya berkenalan dengan seorang mahasiswa dari salah satu negara di pantai Timur Afrika. Iseng2 saya tanyakan bagaimana pendapat dia mengenai kehidupan di negara ini. Menurutnya, sulit sekali menemukan orang yang tersenyum di sini. Selain itu, penduduk asli sulit diajak bicara, itu menurutnya. Karena di negaranya, orang akan saling menyapa bahkan di dalam bis sekalipun. Dia menggunakan teman seruangannya, sesama mahasiswa, sebagai contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pagi hari: "Pagi". Tanpa apa kelanjutan. Masing2 sibuk bekerja.&lt;br /&gt;2. Siang hari: "Kantin?". Makan siang bareng.&lt;br /&gt;3. Sore hari: "Daag".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga kata yang terucap dalam sehari di dalam ruangan yang ditempati bersama 8 jam per hari. Hahahaha.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang sangat berbeda saya. Seingat saya, jika saya sedang di kampus dan bekerja di ruangan saya, maka saya dan rekan seruangan tidak akan pernah dapat bekerja maksimal karena pasti salah satu atau keduanya tidak akan tahan untuk tidak ngobrol. Alhasil, kadang2 saat bos datang, beliau pasti akan menemukan kami sedang ngobrol. Dan biasanya akan berakhir dengan bos menekan rekan seruangan saya, karena dia yang memang sehari2 ada di sana. Sedangkan saya, sehari2 ada kantor yang lain hehehe......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;long wiken berawan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-7673618014921046468?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/7673618014921046468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=7673618014921046468&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/7673618014921046468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/7673618014921046468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/05/tiga-kata.html' title='Tiga kata'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-5987788498312142928</id><published>2007-05-09T23:43:00.000+07:00</published><updated>2007-05-09T23:55:12.786+07:00</updated><title type='text'>hari seperti dulu?</title><content type='html'>hari ini diawali dengan baik walaupun sedikit malas. sampai di kantor, menjelajah internet dulu selama beberapa saat, baru mulai bekerja. waktu keluar ruangan, ketangkap bos yang memang udah ngebet pengen ngajak diskusi. lumayan deh, dalam setengah jam kita bisa menemukan penjelasan untuk data yang membingungkan kita selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah itu, dengan semangat 45, dimulailah pekerjaan pembuatan laporan. baru sadar kalau ga bisa ngetik koma di word kompieku. buang waktu berjam2 untuk memecahkan masalah koma. akhirnya cari jalan putar deh, sing penting bisa ngetik koma. ga nyangka, koma bisa bikin bete.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah kenapa, setelah itu jadi jengkel banget dengan segala sesuatu. waktu bikin laporan, kepikiran tanya juragan anom alias jendral kancil alias si ujang. jadi aja melanggar janji sendiri untuk ga menghubungi dia. datang ke dia cuma buat tanya satu hal, tapi malah akunya yang ngebahas masalah yang lalu2, sampe numpahin frustrasiku gara2 dimarahin juragan istri. kok rasanya kembali ke polaku yang dulu ya. padahal dah lama banget aku ga kayak gitu. oke, minimal aku ga kayak gitu ke para londo. ini entah kenapa, dia jadi tempat sampahku. padahal dia ga pernah menyediakan diri untuk jadi tempat sampahku tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah marah2 sendiri, malah jadi malu. benar2 hari yang ga jelas. kayaknya aku udah kebawa polanya juragan istri yang sering marah2 ga jelas ke kita2 anak buahnya. bahaya nih. aku kan ga pengen mengulang pengalaman waktu di tempat kerja dulu. ga pengen mengulang hari2 seperti dulu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya jengkel sendiri. malu sendiri. aduh, rasanya pengen masuk hutan aja deh biar ga ketemu orang2. malu nih.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musim semi akhirnya datang dengan diiringi angin kencang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-5987788498312142928?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/5987788498312142928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=5987788498312142928&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/5987788498312142928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/5987788498312142928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/05/hari-seperti-dulu.html' title='hari seperti dulu?'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-5791893735665246120</id><published>2007-05-03T05:04:00.000+07:00</published><updated>2007-07-25T02:48:25.508+07:00</updated><title type='text'>Buku bergambar donat</title><content type='html'>Tulisan ini tidak diniatkan sebagai resensi buku atau sejenisnya. Hanya berbagi pengalaman mengenai sebuah buku yang disarankan oleh kawan baik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kawan saya itu menyarankan untuk membaca buku bergambar donat dengan judul "This book will safe your life" karangan A.M. Homes, saya sebenarnya kurang begitu yakin. Pertama, karena covernya yang berkesan main2. Jujur saja, saya takut rugi beli buku mahal2 kalau isinya tidak terlalu bagus. Ibaratnya beli pop corn (yang cukup mahal untuk kocek saya) dan ternyata rasanya anyep. Alasan kedua, kebetulan saya sedang membaca buku yang saya pinjam dari atasan cilik dan belum selesai juga saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, berhubung buku pinjaman dari atasan cilik saya rasa terlalu 'maskulin' (hanya ini kata terdekat yang bisa menggambarkan kesan saya mengenai buku tersebut), akhirnya iseng2 saya baca juga buku bergambar donat itu. Buku ini cukup menarik untuk dibaca ataupun sebagai teman perjalanan, walaupun terlalu banyak faktor kebetulan yang hadir dalam plot cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diawali dengan serangan jantung yang dialami oleh duda kaya yang tinggal seorang diri di Los Angeles. Serangan jantung yang dialaminya membawanya berinteraksi dengan banyak orang yang tidak pernah diperhatikannya dan dijumpainya sebelumnya. Kejadian itu juga membuatnya melakukan banyak hal yang impulsif yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya. Tapi hal terakhir itulah yang akhirnya membantunya memperbaiki hubungan dengan sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, cerita ini bisa dibilang menggambarkan keadaan sehari2 dimana seseorang akan terasing jika dia tidak berani memulai interaksi terlebih dahulu. Keterasingan ini semakin terasa di jaman sekarang yang serba terkotak2 dan penuh dengan rasa segan. Pada saat kita nyaris kehilangan sesuatu yang kita anggap pentinglah, dalam hal ini kesehatan sang tokoh utama, segala penghalang untuk melangkah masuk ke dalam masyarakat terasa sangat tidak berarti. Karena, pada akhirnya, manusia tetap butuh kawan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMHO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-5791893735665246120?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/5791893735665246120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=5791893735665246120&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/5791893735665246120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/5791893735665246120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/05/buku-bergambar-donat.html' title='Buku bergambar donat'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-6802819583119406491</id><published>2007-04-28T20:31:00.000+07:00</published><updated>2007-04-28T21:19:58.612+07:00</updated><title type='text'>Doaku</title><content type='html'>5 tahun evolusi doa ingin mendapatkan pekerjaan di luar negeri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ke-1. maksa harus di negara tertentu.&lt;br /&gt;Tahun ke-2. di mana aja yang penting asal di belahan Bumi bagian Utara dan bukan Asia.&lt;br /&gt;Tahun ke-3. ga apa2 deh di belahan Bumi Selatan juga.&lt;br /&gt;Tahun ke-4. Asia juga ga apa2 deh.&lt;br /&gt;Tahun ke-5. berikan apa yang terbaik untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil: doa terkabul setelah 6 bulan masa sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun di negara orang, banyak suka duka yang dialami. Selalu berdoa meminta kekuatan untuk bisa menghadapi hari2 di negeri orang. Jarang meminta yang spesifik seperti dulu. Hingga pada suatu hari setelah lelah bekerja dan sambil terkantuk2 aku meminta sesuatu yang spesifik: Ya Tuhan, beri aku kesempatan untuk merasakan cinta lagi. Karena saat aku jatuh cinta, aku merasa lebih hidup. *klise banget ya doanya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdoa, lupa sama sekali dan kembali tenggelam dalam rutinitas sehari2. Hari2 berlalu seperti biasa. Kerjasama dengan atasan cilik berjalan lebih intensif (orang2 Paskah kita malah nge-lab gitu loh...). Akibatnya, witing tresno jalaran soko kulino (maaf kalo salah ketik) untuk saya. Dia sih kayaknya dingin2 aja tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru 2 minggu lalu nyadar kalo lagi tresno ke atasan cilik. Tapi cuma nyadar tresno doang, lupa kalo pernah minta supaya bisa merasakan suka ke seseorang. Alhasil, seperti biasa, panik booo..... telpon sana sini, sms sana sini, YM sana sini dengan pesan yang sama: aku jatuh cinta? kenapa pake tanda tanya? wong aku sendiri ga tahu aku jatuh cinta ato ga, tapi udah blingsatan sendiri. Sampai ada yang bilang bahwa cinta adalah berkah, baru rada tenang. Walaupun terus menerus berdoa minta supaya rasa ini bisa hilang (masih lupa kalo pernah berdoa minta jatuh cinta).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu ingat doa minta cinta itu dan memutuskan untuk menikmati perasaan ini, the damage had been done. Tanpa sadar, deep down rasa itu sudah terhapus dengan kuat. Gimana ga kuat, wong sampe ke-mimpi2 ngusir si atasan cilik dari depan saya. Pake nutup gorden lagi. Mimpi teraneh. Salut buat atasan cilik yang bisa jadi bintang di mimpi saya. Soale selama ini mana pernah sih aku mimpiin co yang aku sukai. Pacarku dulu aja ga pernah masuk mimpi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, hati kosong lagi. Jadi rindu saat jatuh cinta yang cuma dua mingguan itu. Belum jatuh kali ye, baru mendoyong aja dan keburu tegak lagi hehehe..... mungkin itu cuma efek musim semi kali ya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The moral of the story buat saya adalah, jangan asal berdoa. Harus selalu siap dan waspada setelah berdoa, jadi saat terkabul ga akan blingsatan seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doaku sekarang: mudah2an penelitianku bisa masuk majalah riset internasional. Amiiinnnn.... Doa tambahan: kalo ada yang suka sama saya--apalagi kalo itu atasan cilik, ya mudah2an hati saya tergerak. Kalo ga, ya wayahna wee.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Musim panas datang lebih dini&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-6802819583119406491?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/6802819583119406491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=6802819583119406491&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/6802819583119406491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/6802819583119406491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/04/doaku.html' title='Doaku'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-4763708118097098029</id><published>2007-04-07T22:20:00.000+07:00</published><updated>2007-04-07T22:35:48.584+07:00</updated><title type='text'>Nenekku</title><content type='html'>Senin kemarin, aku sedang bersiap2 menemui atasan cilik untuk melaporkan hasil pekerjaanku selama wiken sewaktu aku menerima sms dari sepupuku: "nenek meninggal". Aku hanya tercenung dan segera berdoa. Aku merasa, itulah yang terbaik untuk nenekku dari pihak ayah. Beliau sudah menolak untuk makan sejak sekitar dua tahun lalu. Dan kondisi beliau semakin parah sewaktu Ayah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang kuingat mengenai nenekku ini, karena aku memang jarang bertemu dengan beliau. Aku mulai sering mengunjungi beliau sewaktu kuliah dan bekerja di kota yang sama dengan beliau tinggal. Sewaktu aku meninggalkan kotaku untuk melanjutkan pendidikan, nenek masih segar dan senang berbicara. Oleh karena itu, alangkah terkejutnya aku sewaktu pulang dari pendidikan dan mendapati nenek sudah sangat sangat pikun. Bahkan sudah tidak mengenali anak2nya lagi. Dalam waktu 3 tahun, nenek yang segar berubah drastis menjadi nenek yang layu dan sangat pikun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun aku tidak terlalu mengenal nenekku ini, tapi aku akan selalu mengingat beliau sebagai nenek yang hebat. Coba, mana ada cucu yang ketemu neneknya di gunung? Jarang kan? Sejauh pengetahuan saya, hanya cucu inilah yang bertemu dengan neneknya sewaktu sedang berjalan2 ke gunung. Bayangkan keterkejutan saya sewaktu sedang mendaki dan bertemu dengan serombongan orang tua, tiba2 salah seorang tua itu menyapa: "Mari!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang tidak membayangkan ada orang tua yang memanggil tentu saja heran dan menengok. Ternyata..... nenek toh..... Dan nenekku dengan tenangnya bercerita ke teman2nya: "Iya, ini cucu saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo nenek yang jalan ke gunung dan cerita ketemu cucunya kan keren. Nah, cucunya harus cerita apa ke teman2nya sewaktu ditanya? "Iya, itu nenek saya. Saya juga ga nyangka bakal ketemu di sini." Jujur aja deh, habis mo gimana lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok nenek pendaki gununglah yang aku akan ingat, bukan sosok nenek yang rapuh dan layu dimakan usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buat Enin tercinta yang sudah tenang di sana&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-4763708118097098029?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/4763708118097098029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=4763708118097098029&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/4763708118097098029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/4763708118097098029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/04/nenekku.html' title='Nenekku'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-7217855269400700714</id><published>2007-04-03T22:35:00.000+07:00</published><updated>2007-04-03T22:45:57.183+07:00</updated><title type='text'>papan</title><content type='html'>beberapa waktu yang lalu, aku membaca di sebuah situs, kata2 yang kira2 bunyinya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'aku seperti papan putih itu yang dipenuhi oleh tulisan (guru). seandainya aku hapus tulisan2 yang ada di papanku, kira2 apa yang akan terlihat?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata2 itu begitu mengena dalam hati. sejak membaca tulisan itu, aku selalu berusaha melihat seperti apakah papan milikku. tapi rasanya begitu sulit untuk menghapus berbagai tulisan yang sudah diterakan pada papanku. aku butuh ketenangan untuk bisa menghapus semua tulisan itu dan menemukan papanku sendiri. tapi sulit sekali rasanya mendapatkan ketenangan itu. karena, biarpun aku sudah menyendiri dalam kamar, maka bising white noise yang terdengar sepanjang hari tergantikan oleh bisingnya pemikiran2ku sendiri. untuk mengurangi kebisingan pikiranku, aku memenuhi telingaku dengan musik, sehingga tujuanku menyendiri akhirnya tidak tercapai. meskipun demikian aku yakin, suatu saat aku akan bisa melihat bentuk asli dari papan hatiku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musim semi yang cerah dan hangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-7217855269400700714?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/7217855269400700714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=7217855269400700714&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/7217855269400700714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/7217855269400700714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/04/papan.html' title='papan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-7604914920718584845</id><published>2007-03-23T06:56:00.000+07:00</published><updated>2007-03-23T07:34:20.021+07:00</updated><title type='text'>Di balik kesulitan ada keindahan</title><content type='html'>Beberapa minggu terakhir ini aku bisa meresapi pepatah yang mengatakan "It never rains but it pours" (mudah2an bener cara penulisannya) yang terjemahan bebasnya versi saya adalah sekalinya ada kerjaan semuanya datang pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi sejak minggu lalu. Kejadian pertama: tidak bisa menahan marah kepada atasan langsung. Alasannya sederhana saja, bosan mendengar komentar beliau mengenai data saya. Pertama kali saya menunjukkan hasil analisa saya (waktu itu saya masih baru dan masih sangat2 tidak mengerti apa2 mengenai metoda yang saya gunakan), beliau tidak memberi tahu bagaimana cara pengolahan data mentah yang sudah saya terima ini. Untung saja ada teman senasib sepenanggungan yang berbaik hati mengajari saya. Setelah saya berhasil mengolah data dan memperlihatkan plot data saya, komentar atasan adalah: "data kamu membosankan" *GUBRAKKK*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena reaksi saya memang lambat, saya cuma diam saja alias terkapar dengan sukses. Beberapa hari kemudian baru mengomel2 dalam hati, "Lha namanya juga data yang diambil dari alam. Kalo memang sudah begitu dari sananya mau diapakan lagi." Bos yang aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan2 berikutnya, komentar beliau adalah: "data kamu terlalu bervariasi. coba cek lagi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak buah yang penurut, saya ulang semua analisa. Hasilnya sebagian besar sama.&lt;br /&gt;Komentar bos: "kalau begitu mesinnya yang salah."&lt;br /&gt;Akhirnya keluarlah ledakan pertama dari saya: "kalau data saya salah karena mesin, berarti data Bapak juga salah dong. Wong ngukurnya bareng gitu kok." Bos langsung terdiam. Dan saya tidak mendengar keluhan beliau lagi selama sekitar 1 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, beliau mulai membandingkan data saya dengan data anak buahnya yang lain. Bikin penasaran dan bikin saya ga pede aja. Seakan2 dia ga percaya dengan data saya. Selama itu juga dia masih bilang data saya terlalu bervariasi. Dan puncaknya adalah minggu lalu. Saya sudah sangat sangat sangat bosan mendengar komentar2 beliau. Saat beliau bilang bahwa beliau percaya data saya tapi mungkin saya harus mencek ulang data saya karena variasi yang terlalu tinggi, saya tidak bisa menahan sabar dan berkata dengan kasar: "Terima kasih, akhirnya Bapak percaya juga dengan data saya setelah 7 bulan." hehehehe... jujur aja, saya ga menyesal bicara begitu. Yang saya sesalkan adalah kenapa saya sampai kehilangan kesabaran dalam menghadapi beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya putuskan untuk mengukur ulang beberapa data (sesuatu yang saya sebut sebagai "pengukuran abadi" alias "never ending measurement"). Jadi minggu lalu saya gunakan untuk mempersiapkan data yang akan diukur ulang berikut mempersiapkan data baru dengan metoda berbeda. Minggu ini diadakan pengukuran di sisi lain kota. Sedangkan analisa yang lain dilakukan dikantor saya. Alhasil, saya harus membagi waktu saya untuk melakukan kedua analisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian kedua, atasan cilik yang lucu (umurnya lebih muda, pintar, sering mengejek, untung aja lucu, jadinya saya bisa nahan diri) juga sudah mulai mengejar2 saya. Bukan karena cinta, tapi karena dia ingin saya segera memulai training untuk pekerjaan yang selama ini dia lakukan. Alhasil, sejak Senin hingga hari ini saya harus melembur hingga jauh malam untuk mempersiapkan segala sesuatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misery likes company" katanya (mudah2an ini juga bener). Alias orang yang menderita senang kalo dengar orang lain juga menderita, dengan kata lain, cari temen... hehehe.... Untungnya, saya tidak sempat untuk mencari teman sependeritaan.... yah paling2 ninggalin offline message ke sana sini plus sms sana sini untuk pengumuman mengenai penderitaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, justru karena kesibukan yang membuat saya harus melembur lah, maka saya beruntung bisa menikmati berbagai fenomena yang mungkin akan terlewatkan dalam kondisi normal. Saya bisa menyaksikan hujan salju yang begitu indah saat tengah malam di awal musim semi. Hari berikutnya, kerja keras saya dihadiahi Allah dengan pemandangan bulan sabit yang begitu cantik dengan latar belakang langit biru. Saat itulah saya baru menyadari bahwa bulan sabit tidak menghadap ke samping, tapi menghadap ke atas. Saya tidak akan pernah menyadarinya kalau saya tidak lembur sampai malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, alhamdulillah, saya juga diberi berbagai kemudahan oleh Allah. Entah itu berupa supir bis yang dengan baik hatinya menanti saya yang berlari2 mengejar bis. Atau berupa kebaikan hati atasan cilik yang mengajari dan menjelaskan segala sesuatunya kepada saya dengan sabar. Dan kemudahan2 lainnya yang tidak disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, selain ada kemudahan, dibalik kesulitan ternyata memang ada keindahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-7604914920718584845?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/7604914920718584845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=7604914920718584845&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/7604914920718584845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/7604914920718584845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2007/03/di-balik-kesulitan-ada-keindahan.html' title='Di balik kesulitan ada keindahan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-116236681449514836</id><published>2006-11-01T14:38:00.000+07:00</published><updated>2006-11-01T14:40:14.496+07:00</updated><title type='text'>Titik pusat</title><content type='html'>Dulu, dulu sekali, aku pernah membaca bahwa pada hakikatnya manusia berusaha untuk mencapai sebuah titik pusat. Tapi, karena keterbatasannya, manusia hanya bisa mencapai titik di sekitar titik pusat itu. Sejak membaca buku itulah perjalanan panjangku untuk mencapai titik pusat itu dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalananku, kadang aku lupa akan tujuanku itu. Kadang aku terlena oleh indahnya pemandangan di sebelah kiri dan kanan jalanku. Kadang aku tergoda oleh hijaunya rumput di halaman yang kulalui. Kadang aku berhenti untuk berteduh meskipun hatiku bilang bahwa belum saatnya aku beristirahat. Kadang aku hanya termangu di tengah jalan, kehilangan minat dan keinginan untuk melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi selalu, selalu, di saat aku mengalami kemandekan, aku selalu diingatkan untuk meneruskan perjalananku melalui berbagai tanda di sekitarku. Biarpun aku kadang terjebak untuk mengurusi hal kecil dengan melupakan gambaran besar, jauh di dalam hatiku keinginan untuk mencapai titik tengah tidak pernah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat lelah berjalan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-116236681449514836?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/116236681449514836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=116236681449514836&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/116236681449514836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/116236681449514836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/11/titik-pusat.html' title='Titik pusat'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-116236669425115006</id><published>2006-11-01T14:33:00.000+07:00</published><updated>2006-11-01T14:38:14.253+07:00</updated><title type='text'>Daun anggur liar</title><content type='html'>Saat pertama membuat tema blog ini, aku masih berada di tanah tumpah darah, dimana daun selalu hijau sepanjang tahun. Ibu Pertiwi yang begitu cantik yang membuatku lupa bahwa di bagian lain dunia ini daun tidak selalu hijau sepanjang tahun, meskipun birunya langit bisa lebih cantik dari langit di atas tanah tercinta. Saat ini, daun anggur yang merambat di dinding mulai memerah sebelum akhirnya gugur ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat pembicaraan dengan seorang sahabat, betapa di setiap kesulitan dia selalu diberi jalan keluar oleh Sang Maha Pencipta melalui tanda2 yang terlihat di sekelilingnya. Karena, bukankan manusia memang diperintahkan untuk memperhatikan tanda2 di sekitarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, saat melihat daun anggur liar yang berubah warna sebelum gugur, sebuah pikiran terbetik dalam diriku: jika tiba saatnya, bisakah aku turun dengan ikhlas untuk memberi kesempatan kepada generasi berikutnya? Kalau sehelai daun dengan rendah hati menuruti kehendak Ilahi untuk gugur ke bumi dan menyerahkan tempatnya kepada daun2 baru, mengapa manusia—yang dengan berani menyatakan diri bersedia menjadi Khalifah di Bumi—mengalami kesulitan untuk menjalankan apa yang sudah menjadi suratan alam?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-116236669425115006?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/116236669425115006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=116236669425115006&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/116236669425115006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/116236669425115006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/11/daun-anggur-liar.html' title='Daun anggur liar'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-116236638370610545</id><published>2006-11-01T14:28:00.000+07:00</published><updated>2006-11-01T14:33:03.983+07:00</updated><title type='text'>Pendidikan</title><content type='html'>Entah kenapa hari ini aku teringat diskusi mengenai pendidikan yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Saat itu, seseorang bilang padaku bahwa pasangan yang diinginkannya adalah pasangan dengan pendidikan sepadan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, aku hanya menggumam tidak jelas. Akhir2 ini aku lebih sering menjadi pendengar yang baik jika bercakap2. Entah kenapa, setiap bercakap2 dengan orang di sekitarku aku selalu merasa minder, merasa bahwa aku adalah orang bodoh berpikiran sempit—meskipun aku yakin mereka tidak berpendapat demikian. Masalah memang ada padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama setelah diskusi itu berlalu, hingga saat ini, pendapat temanku itu masih berkecamuk di kepalaku. Seharusnya dulu aku langsung bilang padanya bahwa bagiku taraf pendidikan tidak ada artinya dalam mencapai tujuan hidupku. karena bagiku yang terpenting adalah jiwa manusia itu sendiri. Apakah pendidikan tinggi bisa memberiku ketulusan seperti ketulusan yang diberikan oleh orang2 yang kutemui dalam perjalanan hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat ketulusan sepasang petani miskin yang dengan sukarela menawarkan dua buah mangga yang sedang diperamnya kepada empat orang mahasiswa yang berteduh di bawah gubuk mereka. Juga tidak akan pernah terlupakan olehku ketulusan tukang perahu tua yang menawarkan makanan tajil pemberian istrinya kepada aku dan rekanku, padahal beliau hanya dibayar seperlima dari sewa perahu yang kami bayar kepada pemilik perahu. Hingga sekarang, seberapapun aku berusaha, aku merasa masih belum berhasil mencapai tingkat ketulusan seperti mereka. Rasanya, semakin tinggi pendidikan yang kutempuh, semakin sedikit orang yang menghargai ketulusan. Sehingga ketika aku menawarkan tenagaku untuk membantu rekan sekerja mengambil data, bos tak langsung-ku langsung menjanjikan bahwa aku bisa menjadi penulis kedua jika data itu diterbitkan. Padahal, sungguh, tidak ada pikiran apapun dalam diriku saat menawarkan tenagaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah pendidikan tinggi bisa memberikan jalan menuju ketulusan sederhana seperti petani dan tukang perahu itu? Menurutku tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musim gugur di utara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-116236638370610545?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/116236638370610545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=116236638370610545&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/116236638370610545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/116236638370610545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/11/pendidikan.html' title='Pendidikan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115816121710994302</id><published>2006-09-13T22:07:00.000+07:00</published><updated>2006-09-13T22:28:41.733+07:00</updated><title type='text'>Ribut</title><content type='html'>Cuaca kota ini pada minggu yang lalu cukup tidak ramah. Hujan dan angin yang cukup kencang terjadi setiap hari. Perbedaan suhu udara cukup tajam bagi orang dari daerah tropis. Cuaca seperti itu sebenarnya hanya bagus untuk tidur. Tapi apa daya, pekerjaan menanti. Sehingga setiap pagi merupakan perjuangan untuk bangun dan memulai perjalanan menuju universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi cuaca berangin kencang itulah saya menunggu bis di depan stasiun utama menuju asrama. Sewaktu menunggu bis, terdengar orang berbicara dengan suara keras. Sesuatu yang jarang terjadi di sini. Tapi waktu itu saya pikir itu suara orang mabuk. Jadi saya tidak terlalu memikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bis datang, rasa penasaran membuat saya menengok ke arah suara2 itu berasal. Tampaklah seorang kulit hitam sedang bertengkar dengan seorang kulit putih. Orang kulit hitam itu kemudian pergi ke satu sisi, dan orang kulit putih itu dibawa ke tempat teman2nya berkumpul oleh dua orang kawannya. Saya merasa senang karena kedua temannya itu berhasil mencegah perkelahian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bule itu sudah berkumpul dengan teman2nya, salah seorang kawan yang menahannya mengambil botol bir dari dekat si bule dan membuang isinya. Saya pikir: bagus, jangan biarkan dia minum lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pikiran baik itu terlintas, sang kawan memecahkan botol bir dan memberikannya kepada si bule. Astaghfirullah....... terus terang aku panik. Tapi juga bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku mencemaskan nasib lawannya si bule, terdengar suara sirine. Dua mobil polisi terlihat mendekat dengan cepat ke arah stasiun. Alhamdulillah...... keributan tidak terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi persamaan negara ini dengan tanah tumpah darah: yang namanya tukang berkelahi mah dimana2 ada.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115816121710994302?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115816121710994302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115816121710994302&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115816121710994302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115816121710994302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/09/ribut.html' title='Ribut'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115683334474792972</id><published>2006-08-29T12:53:00.000+07:00</published><updated>2006-08-29T13:35:44.806+07:00</updated><title type='text'>Malam Museum</title><content type='html'>Meskipun penduduk Kiel hanya seperdelapan penduduk Bandung (250 ribu jiwa), ibu kota Schleswig Holsten ini memiliki sekitar 24 museum. Ada museum negeri (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kieler Stadtmuseum&lt;/span&gt;), galeri negeri (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stadtgalerie&lt;/span&gt;), museum bahari, museum percetakan, museum sejarah sampai museum geologi. Pada hari biasa, kebanyakan museum memungut biaya masuk, sama seperti museum-museum di Bandung. Tapi setahun sekali, museum2 tersebut melakukan acara bersama yang dinamakan Malam Museum atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Museum Nacht&lt;/span&gt;. Pada acara tersebut, museum akan buka hingga tengah malam, bahkan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/1600/Foto%20Kiel%2010%20002.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:25px 0 0 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/200/Foto%20Kiel%2010%20002.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, Malam Museum diadakan pada hari Jumat minggu lalu, 25 Agustus, dan dimulai sekitar pukul 7 malam hingga lewat tengah malam. Dengan membayar 8 euro saya bisa mengunjungi seluruh museum yang terlibat dalam Malam Museum. Setelah membayar, pengunjung akan mendapatkan gelang bertuliskan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Museum Nacht&lt;/span&gt; yang bisa dipergunakan sebagai tanda masuk untuk museum-museum yang akan dikunjungi dan juga untuk naik bis umum pada malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap museum yang terlibat dalam Malam Museum tahun ini berusaha menarik pengunjung dengan caranya masing2. Sebagian besar museum berusaha menarik pengunjung dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;live music&lt;/span&gt;, balet ataupun tarian. Namun ada juga yang berusaha menarik pengunjung dengan cara lain. Museum Geologi dan Paleontologi Universitas Kiel yang memperagakan batuan sedimen yang mengandung fosil moluska (keong-keongan) misalnya. Museum ini menawarkan kegiatan anak-anak berupa cara mempersiapkan contoh fosil dari batuan dengan cara memecahkan batuan hingga mendapatkan fosil yang diinginkan. Dalam perjalanan dari kampus menuju Museum Sejarah Universitas Kiel, saya bisa melihat antusiasme anak-anak dalam mempersiapkan fosil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang ditawarkan oleh Museum Sejarah antara lain berupa presentasi, peragaan penggunaan komputer dalam arkeologi, peragaan hasil eksperimen pembuatan tanur yang digunakan oleh nenek moyang orang Eropa beberapa ribu tahun yang lalu, dan kegiatan anak-anak berupa peragaan berbagai peralatan Jaman Batu. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa ribuan tahun yang lalu, nenek moyang orang Eropa harus berusaha keras menyalakan tanur selama 24 jam untuk mendapatkan sebongkah kecil bijih besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum kedua yang saya kunjungi adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stadtmuseum&lt;/span&gt; yang memperagakan foto-foto Kaisar Prusia, Wilhelm II dengan judul "Der Kaiser im Bild". Saya datang tepat pada waktunya untuk mendengarkan duo biola dan gitar. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stadtmuseum&lt;/span&gt; tidak terlalu besar sehingga saya tidak tinggal terlalu lama di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/1600/malam%20museum3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:25px 10px 30px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/320/malam%20museum3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan tinggal di Kiel adalah ukuran pusat kota yang relatif kecil sehingga sebagian besar museum yang terletak berdekatan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Meskipun malam itu gerimis, tapi saya menjumpai cukup banyak orang dalam perjalanan menuju museum ketiga. Hal ini menunjukkan antusiasme penduduk Kiel dalam memanfaatkan kesempatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum ketiga dalam daftar kunjungan saya malam ini adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kunsthalle&lt;/span&gt; yang terletak di seberang Aquarium Universitas. Kunsthalle memperagakan patung2 dan relief terkenal dari Yunani, seperti relief dari Kuil Parthenon, dan juga berbagai jenis tembikar. Untuk menarik pengunjung, museum mengadakan acara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;live music&lt;/span&gt; pada jam-jam tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak berlama-lama di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kunsthalle&lt;/span&gt; karena saya berniat untuk melihat balet di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stadtgalerie&lt;/span&gt; yang rencananya akan diadakan pada pukul 11 malam. Sebagian besar museum yang menarik pengunjung dewasa adalah museum yang berkaitan dengan seni dan menawarkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;live music&lt;/span&gt;. Sedangkan museum yang menarik pengunjung keluarga adalah museum yang berkaitan dengan keilmuan dan menawarkan kegiatan anak-anak yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kunsthalle&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stadtgalerie&lt;/span&gt; juga cukup padat karena &lt;span style="font-style:italic;"&gt;live music&lt;/span&gt; yang ditawarkan sangat menarik. Selain itu, tepat tengah malam akan diadakan Pesta Dansa dengan tema &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Brazilian Night&lt;/span&gt;. Tidak heran jika semakin malam pengunjung galeri ini semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Stadtgalerie&lt;/span&gt; memperagakan foto-foto menarik mengenai Brazil. Foto-foto itu tidak hanya memperlihatkan pemandangan hutan tropis yang membuat saya teringat pada Indonesia, tapi juga tema lainnya. Tepat pukul 11 acara yang saya tunggu-tunggu dimulai. Balet yang diperagakan adalah balet modern yang terbagi dalam beberapa bagian sesuai dengan tata ruang galeri dengan bagian tengah galeri sebagai “panggung” utama. Sayangnya, saya tidak bisa menonton hingga akhir karena saya harus mengejar bis terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan rintik-rintik yang menyambut saya saat keluar dari galeri tidak menghalangi penduduk Kiel untuk datang ke Stadtgalerie ataupun ke museum lainnya. Kota jadi terasa hidup dengan banyaknya orang di jalan. Dalam perjalanan pulang saya berpikir seandainya Bandung mengadakan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dedicated to my family&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115683334474792972?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115683334474792972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115683334474792972&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115683334474792972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115683334474792972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/08/malam-museum.html' title='Malam Museum'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115393125149208073</id><published>2006-07-26T23:18:00.000+07:00</published><updated>2006-07-26T23:27:31.533+07:00</updated><title type='text'>Secerah matahari</title><content type='html'>Suatu hari, aku berjalan menuju kampus di pagi hari yang cerah di musim panas dengan sedikit mengantuk. Hari masih pagi sehingga belum banyak orang yang datang. Tiba-tiba sebuah sepeda melintas di sebelahku. Penumpangnya seorang ibu gemuk dengan rambut dikepang, sekretaris di jurusan tempat aku bekerja. Aku ingat beliau karena keramahannya saat aku mengembalikan formulir yang dimintanya. Beliau mengendarai sepedanya dengan sangat ahli. Begitu melintasiku, beliau langsung berbelok tanpa memperlambat laju sepeda dan langsung berhenti di dekat pintu masuk jurusan. Sewaktu aku masih mengagumi kecekatannya, aku dengar beliau menyanyi lagu seriosa dengan suara lepas. Bagi orang yang tidak bisa menyanyi seperti aku, suaranya terdengar sangat merdu. Nyanyiannya membuat suasana hatiku lebih baik sehingga membantu aku mengusir kantuk. Kalau mengingat kejadian itu, aku jadi ingat istilah yang digunakan dalam komik Jepang untuk orang seperti ibu itu: "secerah matahari". Aku bersyukur karena aku dikelilingi orang-orang seperti itu yang selalu dapat membangkitkan semangatku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115393125149208073?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115393125149208073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115393125149208073&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115393125149208073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115393125149208073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/07/secerah-matahari.html' title='Secerah matahari'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115289616929400843</id><published>2006-07-14T23:44:00.000+07:00</published><updated>2006-07-14T23:56:09.340+07:00</updated><title type='text'>Tidak Peduli?</title><content type='html'>Hari yang cerah ini seharusnya dipergunakan untuk berjalan2 atau berjemur matahari. Tapi hari ini kuhabiskan untuk bekerja karena menurut aku dan bosku, aku terlalu lambat. Namun, saat sedang bekerja, banyak gangguan yang datang. Entah itu kolegaku atau pun bos kecil. Kalau kolegaku dan bos kecil sedang diskusi, aku ikut mendengarkan. Karena kupikir toh itu adalah bagian dari pekerjaanku itu juga. Tapi semakin aku mengikuti diskusi mereka aku semakin bingung karena sebenarnya aku tidak melihat adanya masalah dalam pekerjaan itu. Pikirku karena itu pekerjaan kami, seharusnya bagaimana cara menerjemahkan hasil pekerjaan adalah tugas kami. Tapi kolegaku selalu membawa hasil pekerjaan kepada bos. Dan kemudian yang terjadi adalah monolog, kalau boleh pinjam istilah Kinoy, antara bos kecil dengan kolegaku atau kami (kadang2); bukan dialog. Kupikir daripada membuang waktu mendengarkan monolog yang tidak jelas ujungnya buat saya, lebih baik aku meneruskan tugasku yang terbengkalai (terutama setelah belanja hari senin lalu). Bukan berarti aku tidak memikirkan pekerjaan itu atau sama sekali tidak peduli, tapi aku ingin mengerjakannya dengan tenang tanpa harus grasak-grusuk seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kuputuskan untuk mendedikasikan sore hari ini untuk mengerjakannya. Tapi apa yang kudapat sewaktu berdiskusi dengan kolegaku? Sewaktu aku bilang "kapanpun itu bisa dikerjakan"; dia menjawab: "Ya, karena itu dataku" dengan sinis. Padahal maksudku adalah kami masih punya cukup waktu untuk mengerjakannya. Well, kalau sebelumnya aku masih tidak yakin berapa rendah pandangan dia mengenai diriku, sekarang aku tahu. That makes two of them: bos kecil dan dia. Ada lagi yang mau daftar?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115289616929400843?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115289616929400843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115289616929400843&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115289616929400843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115289616929400843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/07/tidak-peduli.html' title='Tidak Peduli?'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115263232933910296</id><published>2006-07-11T22:32:00.000+07:00</published><updated>2006-07-11T22:40:09.813+07:00</updated><title type='text'>Belanja vs Seminar</title><content type='html'>Kemarin bos pulang setelah pergi sekitar sebulan. Sebagai anak buah yang baik, begitu datang pagi2 saya langsung melapor kemajuan pekerjaan. Setelah itu saya berusaha bekerja dengan baik. Rekan kerja mengingatkan saya agar datang ke seminar yang diadakan oleh kelompok kami. Saya baru ingat bahwa saya berjanji untuk belanja pernak-pernik Piala Dunia--dengan harapan dapat diskon--dengan seorang teman. Karena saya yakin tidak akan menghabiskan waktu terlalu lama untuk mencari pernak-pernik tersebut, saya menyanggupi untuk datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis makan siang, saya dan teman saya memulai pencarian pernak-pernik. Pencarian selesai sekitar setengah jam sebelum seminar dimulai. Tapi, dorongan untuk melihat2 sale lebih besar dibandingkan dorongan untuk menghadiri seminar. Alhasil, saya mendorong teman saya untuk berbelanja lebih banyak. Rasa bersalah di hati kecil saya hapus dengan menghubungi rekan kerja untuk menanyakan hasil seminar. Jawabnya: Membosankan, tidak ilmiah dan sangat mengerikan (secara ilmiah). Jawaban yang benar2 membuat saya lega :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115263232933910296?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115263232933910296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115263232933910296&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115263232933910296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115263232933910296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/07/belanja-vs-seminar.html' title='Belanja vs Seminar'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115255967530403176</id><published>2006-07-11T01:50:00.000+07:00</published><updated>2006-07-11T02:27:55.356+07:00</updated><title type='text'>PRK (belated)</title><content type='html'>Setiap bulan Juni, untuk merayakan Ulang Tahun Jakarta, biasanya kota Jakarta merayakan Pekan Raya Jakarta atau PRJ yang akan selalu dipadati oleh pengunjung baik dari dalam maupun luar Jakarta. Lokasi PRJ biasanya dikonsentrasikan di satu tempat saja dengan berbagai pertimbangan, dan biasanya di sekitar pusat kota. Dalam acara ini, stand2 peserta kebanyakan menjual makanan dan pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain Jakarta, lain Kiel. Kiel juga punya cara tahunan seperti PRJ yang dikenal dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kieler Woche&lt;/span&gt; atau Pekan Raya Kiel (PRK, terjemahan suka2). Acara ini diadakan pada bulan Juni, dan mengambil tempat di sepanjang pantai sekitar pusat kota. Selama acara ini, kita dapat melihat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;live music&lt;/span&gt; di beberapa panggung yang kebanyakan disponsori oleh stasiun radio setempat. Di daerah dekat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rathaus&lt;/span&gt; atau Walikotamadya, berdiri stand2 yang mewakili berbagai negara, mulai dari Swedia hingga Thailand (Indonesia tidak ada). Umumnya masing2 stand menjual makanan khas negara2 tersebut, minuman (kebanyakan minuman beralkohol), dan kerajinan tradisional. Stand yang paling banyak dikunjungi di daerah ini adalah stand Irlandia (Irish Pub) karena selalu ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;live music&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stand yang banyak dijumpai di pantai timur adalah stand fast-food dan minuman beralkohol; permainan; dan house music. Variasi stand terbanyak dijumpai di pantai barat: makanan, es krim, minuman, permainan, musik, motor (Ducati), dan sebagainya. Last but not least adalah stand BMW yang memamerkan mobil2 balap dan mobil2 terbarunya serta permainan F1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/1600/Foto%20Kiel%204%20019.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/200/Foto%20Kiel%204%20019.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Daya tarik utama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kieler Woche&lt;/span&gt; sebenarnya bukan stand2 tersebut, tetapi kapal2 layar yang datang ke Kiel untuk ikut serta dalam parade kapal layar di hari penutupan. Parade kapal2 layar mewah tersebutlah yang paling ditunggu oleh masyarakat yang datang dari dalam dan luar Kiel. Selain kapal layar, beberapa kapal perang juga ikut serta melakukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;open house&lt;/span&gt; selama PRK (kecuali kapal AS. jadi buat apa dia datang ke Kiel ya?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini Kieler Woche sangat menyenangkan penduduk setempat karena cuaca benar2 cerah. Tapi jujur saja, saya tidak terlalu tahu karena saya cuma datang 2 kali ke PRK dan lupa sama sekali kapan parade kapal layar diadakan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;So, wait for next year's story about PRK&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115255967530403176?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115255967530403176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115255967530403176&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115255967530403176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115255967530403176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/07/prk-belated.html' title='PRK (belated)'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115251642968758996</id><published>2006-07-10T14:24:00.000+07:00</published><updated>2006-07-10T14:27:09.686+07:00</updated><title type='text'>Tema Hari Ini</title><content type='html'>Teman hari ini: Itali juara dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terasa pahit di mulut mengingat mereka bisa melalui babak2 awal dengan menjatuhkan diri  di setiap pertandingan (terutama waktu melawan Australia!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoke, Inggris forever!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peace :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115251642968758996?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115251642968758996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115251642968758996&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115251642968758996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115251642968758996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/07/tema-hari-ini.html' title='Tema Hari Ini'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115220858182420256</id><published>2006-07-07T00:30:00.000+07:00</published><updated>2006-07-07T13:11:02.046+07:00</updated><title type='text'>Inggris..... Brazil... Jerman.... Italia...... Portugal......</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamis. 15 Juni 2006, Hansastrasse&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inggris 2 - 0 Trinidad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;YIPPEE!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sabtu. 17 Juni, 2006, Hansastrasse&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Italia 1 - 1 AS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itali PAYAH! Masa sama AS bisa seri. Ga pantas masuk final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Minggu. 18 Juni, 2006, Hansastrasse deui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Brazil 2 - 0 Australia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wajar lah Brazil menang. Keterlaluan kalo kalah ma Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selasa. 20 Juni 2006, of course Hansastrasse&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ecuador 0 - 3 Jerman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Deutschland! Deustchland! Tooott... Tooott....&lt;br /&gt;Dasar berisik londo2 ini. Tapi mainnya boleh lah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari yang sama, Tempat yang sama, Beda jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Swedia 2 - 2 Inggris&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dasar inggris PAYAH! Masa' sampai jungkir balik gitu lawan Swedia. Udah menang duluan bisa disamain. PAYAH!! Tapi ga papa ding. Sing penting dah lolos ke 16 besar n ga perlu ketemu tuan rumah :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rabu. 21 Juni 2006, H.str *ga punya temen lagi bo, makanya andalannyaa H. str*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Belanda 0 - 0 Argentina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hmmm..... yang satu bekas penjajah, yang satu EGP. Terserah dah yang mo menang siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari n tempat yang sama beberapa jam sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Portugal 2 - 1 Meksiko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bekas penjajah lawan EGP. Tapi ada pemain klub kesayangan, terpaksa deh bekas penjajah dibela2in. Hidup Portugal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BABAK 16 BESAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tuan rumah tempat numpang ke luar kota. Jadwal harianku seminggu ini: kerja mpe j 5 sore, langsung ke H. str, masak makan malam, siap2 nonton deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sabtu. 24 Juni 2006. You know where.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jerman 2 - 0 Swedia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;'Yeah!' terdengar teriakan dari bagian kanan gedung dan dari kafe di seberang gedung.&lt;br /&gt;Deutschland! Deutschland! orang2 bernyanyi di halte bis andalanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Same day, same place, a couple of hours later&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ARG 2 - 1 MEX&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EGP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Minggu. 25 Juni 2006. Ga usah disebut lagi. VERY EXCITED!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inggris 1 - 0 Ekuador&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tendangan bebas nya itu loh... memang oceh deh si Oom yang satu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2 jam berikutnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Portugal 1 - 0 Belanda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bekas penjajah. siapapun yang dibela nggak ngaruh kali ya. Tapi kok bisa2nya banyak yang dapat kartu merah.... ajaib... udah gitu yang nge-gol-in si Maniche jembatan ancol lagi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senin. 26 Juni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Itali 1 - 0 Australia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itali ga berubah. hobinya menjatuhkan diri di kotak penalti. tapi aku sih senang2 aja Australia ga masuk ke babak berikutnya. cukup lah mereka jadi juara rugby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertandingan berikutnya ga menarik buat saya. PASSED!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selasa. 27 Juni 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Brazil 3 - 0 Ghana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nonton sambil masak tapi bisa bilang kalo Ghana mainnya nggak malu2in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perancis 3 - 1 Spanyol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ga ngaruh siapa yang menang. Tapi kaget juga sih soale Perancis kan pas2an gitu mainnya di babak sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jumat. 30 Juni 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jerman 4 - 2 Argentina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Babak pertama: kanan dan kiri teriak2.&lt;br /&gt;Babak kedua: menit 49: OOOHHHH!!!!!! Jerman kebobolan. sunyi senyap setelah itu.&lt;br /&gt;menit 79 lewat 59 detik di tv yang kutonton: "YEAH!" terdengar teriakan dari gedung kanan&lt;br /&gt;menit 80 tepat: "YEAH! Deutschland... Deutschland!" Tooot...... dari kafe seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fast forward ke tendangan penalti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neuville siap2 di tv ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"YEAH!" teriak orang dari gedung kanan&lt;br /&gt;TV ku: Gol! tendangan penaltinya memang OK. "YEAH!" teriak aku dan kafe seberang.&lt;br /&gt;Jerman menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan hari ini: beda TV Kabel dan yang gratisan cuma 1 detik. rugi banget :D&lt;br /&gt;Tooottt...... klakson mobil.&lt;br /&gt;Deutschland! Deutschland! nyanyian andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Itali 3 - 0 Ukraina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EGP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sabtu. 1 Juli 2006. Nonton sambil baca Harry Potter. Deg2an soale.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inggris 1 - 3 Portugal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inggris PAYAH!!!! Selalu deh kalah di adu penalti. Hiks, terpaksa deh angkat koper (mentally) bareng ma timnas Inggris. Piala Dunia sudah usai bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Brazil 0 - 1 Perancis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ga sangka Perancis jadi hebat gitu... ck...ck...ck... tapi semangat sudah mulai luntur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEMI FINAL. No Inggris No semangat deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selasa. 4 Juli 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jerman 0 - 2 Itali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suara2 masih terdengar selama 90 menit. di babak tambahan, mulai sunyi senyap. kesunyian mencekam saat gol pertama Itali terjadi. Begitu gol kedua, suasana seperti kuburan... kasian banget tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rabu. 5 Juli 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perancis 1 - 0 Portugal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Well..... rasakan deh Portugal. Coba kalian ga ngalahin Inggris *ga dewasa banget ya*&lt;br /&gt;Suasana Piala Dunia mulai kurang terasa.&lt;br /&gt;Orang mulai nggak peduli dengan pertandingan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari2 menjelang perebutan tempat ketiga:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mobil masih pasang bendera Jerman.&lt;br /&gt;Bendera masih dipasang juga di balkon2.&lt;br /&gt;Apakah suasana akan kembali seperti sebelumnya untuk pertandingan tempat ketiga?&lt;br /&gt;Let's wait and see.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapa juara dunia tahun ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Emang Gue Pikirin!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115220858182420256?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115220858182420256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115220858182420256&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115220858182420256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115220858182420256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/07/inggris-brazil-jerman-italia-portugal.html' title='Inggris..... Brazil... Jerman.... Italia...... Portugal......'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115212552734577128</id><published>2006-07-06T01:13:00.000+07:00</published><updated>2006-07-06T01:52:07.406+07:00</updated><title type='text'>Tidur</title><content type='html'>Tidur adalah salah satu keajaiban yang diberikan Tuhan kepada kita. Bayangkan, kalau kita tidak diberi kemampuan untuk mengistirahatkan otak, diri dan jiwa kita. Katanya manusia bisa bertahan seminggu tanpa makanan, tapi tidak akan bisa bertahan jika 3x24 jam berturut-turut tidak tidur (referensi: komik Jepang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidur merupakan kebutuhan manusia, tapi ada orang yang mudah tidur ada yang sulit tidur. Saya beruntung termasuk ke dalam orang yang mudah tidur, malah bisa dikatakan terlalu mudah sampai sempat dijuluki pelor alias nempel terus molor. Maka, sudah biasa kalau dalam perjalanan saya terbangun dengan kepala sakit karena terantuk jendela yang saya jadikan bantal untuk tidur. Tidur di kelas sudah biasa, tidur sambil ngobrol (benar2 sadar) juga biasa. Hingga yang tidur di rumput bermandikan cahaya matahari (kalau ini benar2 niat karena tujuan pergi ke taman itu memang untuk tidur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun tempatnya berbeda, ada satu hal yang tidak berubah, yaitu saya menyelimuti sebagian tubuh saya. Kadang wajah, tapi lebih sering pinggang ke bawah. Kebetulan tadi saya mendapat email mengenai hubungan pose tidur dan sifat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidur dengan menyelimuti seluruh tubuh: tampak luar macho tapi dalamnya pemalu dan lemah. *sounds familiar*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Telentang dengan kedua tangan di belakang kepala: sangat intelijen dan selalu ingin tahu. Penuh dengan ide aneh. Mengurus keluarga tapi sulit mencintai. *bagian depan bagus tapi kenapa belakangnya ga enak ya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Telentang dengan kaki bersila: self-obsessed and difficult in accepting changes katanya. Senang menyendiri tapi sangat toleran. *hmmmm..... ini salah satu pose tidur andalan. berarti saya sangat toleran ya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Meringkuk: kesepian, depresi, tidak bisa mengambil keputusan, ragu-ragu. *kok semuanya jelek gitu ya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Setengah meringkuk: egois, pencemburu. *ini juga jelek banget ya*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Miring dengan salah satu kaki dibengkokkan: cerewet, komplener, panikan, sibuk dengan hal kecil. *hmm...... jadi ingat kata2 seseorang*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Miring dengan lengan atas di bawah kepala (ini gambarnya buat yang ga bisa bayangin): lembut, sopan, jujur dan penuh cinta kasih. *pramuka sekali deh* tapi kurang percaya diri dan tidak bisa menerima ketidak sempurnaan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/1600/miring%20lengan%20di%20bawah%202.0.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/320/miring%20lengan%20di%20bawah%202.0.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Miring: percaya diri. selalu sukses di bidang apa pun karena kerja keras. kalau miring ke kanan dengan tangan di bawah kepala katanya diberkahi dengan kekuasaan dan kekayaan. *rasanya kita memang dianjurkan untuk tidur menghadap ke kanan kan*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Telentang dengan kaki dan tangan terentang: pencinta kebebasan, kenyamanan dan kecantikan. boros tapi untung berpenghasilan besar. kekurangan: suka ikut campur urusan orang dan hobi gosip. *hayoo.. ngaku aja siapa yang tidurnya kayak gini*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tengkurap: berpikiran sempit, memikirkan diri sendiri, suka maksa orang lain, tidak pernah memikirkan resiko. *ini pose jelek no.2 setelah meringkuk*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipikir-pikir, selama hidup puluhan tahun, saya pernah tidur dengan pose-pose tersebut. Apakah itu berarti sifat saya berubah-ubah atau kondisi sesaat saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, nggak usah dipikirin deh, cuma sekedar intermezzo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115212552734577128?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115212552734577128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115212552734577128&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115212552734577128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115212552734577128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/07/tidur.html' title='Tidur'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115030120779250618</id><published>2006-06-14T22:44:00.000+07:00</published><updated>2006-06-14T23:06:47.976+07:00</updated><title type='text'>"The right side of the road"</title><content type='html'>Salah satu persiapan keberangkatan ke kotaku yang baru ini adalah mengingatkan diri sendiri bahwa peraturan lalu lintas di kota ini akan berbeda jauh dari di Indonesia. Tapi persiapan ini hanya persiapan mental yang tidak ada perwujudan fisiknya. Akibatnya aku tidak bisa melatih diri menghadapi lalu lintas di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya aku di kota ini, aku dijemput oleh kolegaku dan langsung dibawa ke mobilnya yang diparkir tidak jauh dari stasiun kereta. Dari stasiun, aku langsung dibawa ke kampus untuk menandatangi kontrak kerja. Setelah itu, aku langsung dibawa ke asrama yang akan menjadi tempat tinggalku hingga tahun depan. Kolegaku memarkir mobil di seberang asramaku sehingga kami harus menyeberangi jalan yang cukup besar, 4 jalur, untuk mencapai asramaku. Inilah awal perkenalanku dengan lalu lintas yang berada di jalur kanan alias "the right side of the road" which, IMHO, is the wrong side of the road.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu melangkahkan kaki ke jalan raya, aku menyeberang dengan menengok ke kanan. Which was quite wrong. Kolegaku memperingatkanku sehingga aku menengok ke arah yang benar. Malam itu aku begitu lelah sehingga tidak terpikir sama sekali untuk keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya kolegaku menjemputku dan mengantarku membereskan semua urusan administrasi. Salah satunya adalah mendatangi kantor walikota di pusat kota untuk mendapatkan surat keterangan yang dibutuhkan dalam administrasi kantor. Perjalanan ke dan dari pusat kota dilakukan dengan menggunakan bis. Aku merasa lebih percaya diri karena sudah cukup beristirahat sehari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tanpa rasa takut aku berjalan menuju halte bis di seberang tanpa melihat ke kanan dan kiri. Kolegaku langsung menarik tanganku karena ternyata lampu penyeberangan masih merah dan dari arah yang berlawanan dari yang kulihat terlihat sebuah mobil melaju ke arahku. Ooopsss.... nyaris saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu aku mengunjungi teman lamaku yang sudah empat tahun di kota ini. Biasa, numpang makan dan ngobrol ngalor ngidul. Aku pulang sendiri dengan menggunakan bis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, aku yang sudah percaya diri bisa naik bis sendiri bangun pagi2 untuk segera ke kampus. Setelah itu tanpa melihat jam, aku langsung berjalan ke halte. Ternyata aku harus menunggu 10 menit untuk bis yang menuju kampus. Hmmm... sepuluh menit. Tapi nggak apa2 deh, daripada terlambat. Begitu pikirku dalam hati. Maka aku pun menunggu di tengah angin dingin yang bertiup cukup kencang di pagi hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menunggu selama beberapa waktu, kulihat di kejauhan bis yang harus kutumpangi sudah datang. Wah senangnya. Rasanya seperti anak sekolah yang pertama kali masuk SD. Dengan semangat aku melambaikan tangan agar bis itu berhenti. *Kebiasaan di Indonesia nggak bisa hilang, padahal nggak usah dikasih tanda juga bis bakal berhenti kalau ada orang yang nunggu di haltenya*. Bis berhenti tepat di depan halte........ seberang..... Gue nunggu "on the wrong side of the road" alias di sisi kiri jalan boooooo...... Terpaksa deh nunggu bis berikutnya yang datang setengah jam kemudian..... Dinginnnnn........... :(&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115030120779250618?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115030120779250618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115030120779250618&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115030120779250618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115030120779250618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/06/right-side-of-road.html' title='&quot;The right side of the road&quot;'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115029555698429821</id><published>2006-06-14T21:09:00.000+07:00</published><updated>2006-06-14T21:32:37.033+07:00</updated><title type='text'>Saat menunggu bagian 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/1600/Foto%20Kiel%202%20019.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/200/Foto%20Kiel%202%20019.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sejak datang ke kota ini waktuku banyak kuhabiskan untuk menunggu. Aku harus menunggu dua minggu untuk mendapatkan kartu pajak. Aku harus menunggu 4 minggu untuk akhirnya bisa mendapatkan kartu ATM ku. Aku harus menunggu dua minggu untuk gaji pertamaku yang tertunda karena persyaratan yang diminta belum bisa kupenuhi karena aku masih menunggu kiriman dari kantor lain. Ternyata birokrasi dimana2 sama. Kelebihan di sini mungkin hanyalah ketepatan waktu mereka dalam semua urusan. Tapi ketepatan waktu tidak bisa kuterapkan untuk bis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi paling populer di negara ini adalah sepeda. Berhubung aku belum punya sepeda, maka aku termasuk penumpang setia bis nomor 62 yang menghubungkan kampus dengan tempat tinggalku. Bis ini merupakan bis andalan mahasiswa yang tinggal di asrama sekitar tempat tinggalku. Bis biasanya mulai beroperasi dari pukul 5 pagi hingga 12 malam. Frekuensi kedatangan bis adalah 2 kali dalam satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi tempat tinggalku hanya 2 menit dari halte bis 62. Aku bahkan bisa melihat halte itu. Oleh karena itu, biasanya aku baru keluar dari kamarku sekitar 3 menit sebelum bisa datang, karena aku tidak ingin menunggu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seperti biasa aku turun dengan tenang untuk menunggu bis kesayangan yang akan datang satu menit lagi. Namun pada saatnya, bis tersebut tidak datang. Tunggu punya tunggu bis tidak juga datang. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kamar dan tidak jadi keluar sehari itu. Aku berpikir jam di kamarku lah yang salah. Mungkin jam itu terlambat 2 menit sehingga sewaktu aku turun bis tersebut sudah lewat. Keterlambatan 2 menit di sini berarti menunggu setengah jam untuk bis yang berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pengalaman sebelumnya, pada hari2 berikutnya aku selalu turun 10 menit sebelum waktunya bis datang. Setelah melakukannya selama beberapa waktu dan pada jam berbeda2 akhirnya aku bisa mengetahui bahwa bukan jam di kamarku yang terlambat tetapi bis kesayangku lah yang terlalu cepat. Kalau masalahnya memang seperti itu, maka tidak ada yang bisa kulakukan selain datang lebih cepat 5 menit. Jika semua 5 menit yang sudah kuhabiskan untuk menunggu bis sejak kedatanganku ke sini kujumlah, maka aku sudah menghabiskan minimal 300 menit atau 5 jam di halte bis. *Geleng-geleng* Padahal banyak yang bisa kukerjakan selama 5 jam. Tapi apa mau dikata, daripada harus menunggu setengah jam lagi.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115029555698429821?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115029555698429821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115029555698429821&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115029555698429821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115029555698429821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/06/saat-menunggu-bagian-2.html' title='Saat menunggu bagian 2'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-115029391015728416</id><published>2006-06-14T20:38:00.000+07:00</published><updated>2006-06-14T21:05:10.196+07:00</updated><title type='text'>Cuaca</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/1600/Foto%20Kiel%202%20015.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/6930/927/200/Foto%20Kiel%202%20015.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali datang ke kota di bagian utara Jerman ini, aku betul-betul merasa dingin. Karena meskipun musim panas sudah datang, tetapi angin dingin masih bertiup dari laut sehingga suhu masih sekitar 16 derajat Celsius. Sama dengan suhu Lembang sore hari. Malam hari bisa lebih dingin lagi. Dengan persiapan pakaian yang seadanya untuk musim panas, maka aku sama sekali tidak membawa pakaian yang cukup hangat untuk menghadapi musim panas tapi dingin ini. Pengalaman tinggal di negara belahan bumi selatan juga tidak mencukupi untuk menghadapi cuaca di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu begitu angin dingin berhenti bertiup dan awan mulai menghilang aku sangat senang. Aku ikut gembira menyambut musim panas di negara orang seperti orang setempat. Cuaca mulai hangat sejak dua minggu lalu dan semakin panas hingga mencapai 31.8 derajat Celsius kemarin. Suhu yang sama dengan suhu Jakarta. Yang berbeda hanyalah di sini tidak ada awan yang menghalangi cahaya matahari yang sangat menyilaukan. Untuk orang daerah tropis seperti saya, sinar matahari itu sangat menyakitkan dan menyebabkan sakit kepala ringan. Sunstroke bahasa kerennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama cuaca cerah, kita bisa melihat penduduk kota berkeliaran dari pagi hingga malam. Barbeque, bersepeda ria, berjemur. Sore hari bis akan dipenuhi oleh bule2 berpakaian tropis dengan kulit kemerahan terbakar matahari. Selama cuaca cerah, perjalanan dengan bis merupakan satu2nya cara bagiku untuk bepergian karena aku benar2 tidak bisa menahan panasnya matahari. Di saat seperti itu, bis terasa seperti oven yang memanggang. Hampir tidak percaya rasanya bahwa hanya dua minggu sebelumnya aku masih mengeluh mengenai dinginnya musim panas di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca cerah yang berlangsung selama dua minggu mengganti keluhanku menjadi panasnya udara dan silaunya matahari senja yang menyinari kamarku yang menghadap ke Barat. Saat musim panas seperti ini, aku harus bisa menahan silaunya matahari senja dari sejak pukul 6 sore hingga pukul 9 malam. Biasanya, aku berusaha untuk pulang beberapa menit sebelum pukul 8 malam supaya aku tidak perlu menahannya terlalu lama. Tapi itu pun tetap menyiksa. Jadi yang bisa kulakukan hanyalah menarik gorden kamarku dan menunggu maghrib datang pukul 9.30 malam. Hal ini kulakukan selama hampir dua minggu, hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku dibangunkan oleh kicauan burung seperti biasa. Yang tidak biasa adalah udara sejuk pagi hari yang menyapaku. Sewaktu kubukan jendela, terlihat awan berarak di langit menutupi cahaya matahari. Aku langsung bersyukur bahwa hari ini tidak akan seterik hari2 sebelumnya. Tapi saat itu juga aku menyadari bahwa yang namanya manusia memang tidak pernah puas. Diberi dingin ingin panas, diberi panas ingin sejuk. Seperti lingkaran yang tidak ada habisnya. Tapi what can I say, namanya juga manusia :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiel, 14 Juni 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-115029391015728416?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/115029391015728416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=115029391015728416&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115029391015728416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/115029391015728416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/06/cuaca.html' title='Cuaca'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-114648734144043590</id><published>2006-05-01T19:25:00.000+07:00</published><updated>2006-05-01T19:42:21.453+07:00</updated><title type='text'>Arti kata "teman"</title><content type='html'>Bagi saya, kata "teman" mengandung arti yang sangat penting karena dalam kata itu terkandung semua kepercayaan saya kepada orang tersebut. Di depan seorang teman, saya akan menjadi diri saya apa adanya. Karena, saya menganggap jika orang itu memang "teman" maka dia akan menerima saya dan memberitahu kesalahan saya. Walaupun nggak janji juga kalau saya akan menerimanya dengan kepala dingin hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, suatu hari saya mendapatkan kenyataan bahwa orang yang saya anggap teman ternyata tidak menganggap saya teman lagi. Syok men..... Karena selama ini saya memperlakukan dia sebagai teman saya. Ternyata sikap saya yang terlalu emosional tidak cocok untuk dia. So dia memutuskan enough is enough.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya sedih tapi juga bersyukur karena ada orang yang mengingatkan saya akan keburukan saya. Berarti saya masih termasuk orang yang beruntung. Karena paling tidak saya tahu apa kesalahan saya di mata orang itu. Paling tidak, orang ini masih mengkomunikasikan kekesalannya pada saya. Karena, kalau saya tidak beruntung mungkin sampai sekarang saya tidak tahu apa yang membuat dia marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang membuat saya sedih adalah selama ini saya menganggap orang tersebut teman saya tapi ternyata perasaan itu tidak timbal balik. Sedih rasanya, tapi mungkin ini yang terbaik buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam sehabis huja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-114648734144043590?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/114648734144043590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=114648734144043590&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/114648734144043590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/114648734144043590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/05/arti-kata-teman.html' title='Arti kata &quot;teman&quot;'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-114060920958559044</id><published>2006-02-22T17:48:00.000+07:00</published><updated>2006-03-01T17:40:37.180+07:00</updated><title type='text'>Hujan</title><content type='html'>Kota kelahiranku akhir-akhir ini selalu diterpa hujan setiap sore. Bisa dibilang, setiap pukul 2 siang hujan mulai turun di kota ini. Bisa berupa hujan gerimis, atau hujan sangat deras yang disertai angin kencang dan kilat. Maunya sih, aku sebut hujan yang disertai angin kencang ini sebagai badai, tapi koran setempat menyebutnya sebagai hujan yang disertai angin puting beliung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat, waktu jaman kuliah dulu, angin sekencang itu dapat menumbangkan pohon-pohon besar yang tumbuh di sekitar rumah sakit. Karena seringnya pohon-pohon besar bertumbangan, maka akhirnya dilakukan peremajaan pepohonan oleh Dinas Pertamanan setempat. Dulu, penebangan pohon yang berfungsi sebagai penghijauan membuatku marah. Karena pohon-pohon yang ditebang biasanya pohon besar berusia tua yang sangat rindang. Aku paling senang berjalan di bawah pepohonan seperti itu, apalagi di kala musim kemarau. Sejuk rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi biasanya kehadiran musim hujan menyadarkan saya akan pentingnya peremajaan pohon maupun pemotongan dahan-dahan pohon. Seperti yang terjadi pada hujan angin hari Minggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, aku dan keluarga berniat untuk "cuci mata" di salah satu mall dekat rumah. Namun, belum jauh pergi dari rumah, hujan yang sudah mulai turun. Begitu sampai di dekat mall yang dituju, hujan turun bagai dicurahkan dari langit disertai oleh angin kencang dan kilat. Hujan yang sangat deras membatasi jarak pandang hingga kurang dari 10 m. Dalam sekejap, jalan raya berubah menjadi sungai deras. Di beberapa tempat, ranting dan dahan pohon berjatuhan. Beruntung tidak satu pun dari ranting dan dahan tersebut yang mengenai kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami mengurungkan diri untuk memasuki mall itu dan memutuskan untuk pergi ke alun-alun kota. Dalam perjalanan menuju alun-alun, hujan mereda. Sesampainya di alun-alun, hujan berhenti. Dan sewaktu kami menuju pulang melalui jalan yang sama, jalan yang tadinya berubah fungsi menjadi sungai, sudah kering kerontang. Hanya kehadiran pasir, kerikil, sampah dan ranting serta dahan yang tersisa di sana yang menjadi saksi kekuatan alam yang menerpa kotaku ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-114060920958559044?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/114060920958559044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=114060920958559044&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/114060920958559044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/114060920958559044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/02/hujan.html' title='Hujan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-113879259004008306</id><published>2006-02-02T09:54:00.000+07:00</published><updated>2006-02-01T18:16:30.080+07:00</updated><title type='text'>Saat menunggu</title><content type='html'>Hari ini, aku harus menunggu sekitar satu jam agar dapat menghadiri suatu acara. Terdengar suara rekan lain yang sedang berdiskusi di ruangan tetangga. Tapi aku tidak tertarik untuk bergabung dengan mereka. Maka, untuk membunuh waktu, aku browsing internet. Saat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;browsing&lt;/span&gt;, aku menemukan artikel berjudul "Waktu" yang ditulis oleh Muhammad Sobary. Membaca artikel itu, aku jadi menyadari betapa pentingnya waktu. Oleh karena itu, aku tidak boleh melakukan sesuatu untuk "membunuh waktu" atau "mengisi waktu" tetapi untuk "menghidupkan waktu" yang sudah diberikan padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan itu juga membuatku memikirkan apa yang sudah kuhasilkan selama setahun terakhir. Apa yang sudah kulakukan. Seberapa besar usahaku untuk mencapai impian-impianku. Saat berpikir demikian, aku jadi tersadar bahwa aku tidak memiliki impian yang benar-benar ingin kucapai. Padahal, orang sekitarku menilai bahwa salah satu impianku adalah melanjutkan pendidikanku. Maka, aku mencoba membuat sebuah buku impian untuk menemukan apa impianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa saat, aku hanya bisa menatap kertas putih di hadapanku. Rasanya, saat ini, aku tidak memiliki sesuatu yang benar-benar amat sangat kuinginkan hingga itu bisa kumasukkan ke dalam kategori impian. Tapi, aku tetap mencoba mengisinya. Saat mengisinya, aku tersadar bahwa mungkin bukannya aku tidak memiliki impian, tapi impianku yang terlalu banyak. Hingga tidak cukup satu kertas untuk menuliskan impian jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menulis di buku itu, aku menjadi lega, sedih, dan senang. Lega karena aku memiliki target untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Aku juga jadi tahu apa yang harus kukejar. Sehingga aku bisa "menghidupkan waktu" yang sudah diberikan padaku. Sedih, karena berarti selama ini aku melewatkan waktu yang diberikan kepadaku dengan tanpa arah. Senang, karena aku diberi kesempatan untuk memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat menunggu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-113879259004008306?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/113879259004008306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=113879259004008306&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113879259004008306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113879259004008306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/02/saat-menunggu.html' title='Saat menunggu'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-113809844564847165</id><published>2006-01-24T15:45:00.000+07:00</published><updated>2006-01-30T17:26:20.030+07:00</updated><title type='text'>Hikmah di balik kesulitan</title><content type='html'>Hal yang kuingat mengenai nenek adalah beliau seorang yang pendiam dan jarang ke luar rumah, kecuali mengantarku dan adik2ku ke sekolah. Keahlian beliau adalah membuat bubur merah dan bubur sumsum. Bubur sumsum buatan beliau tidak seperti bubur sumsum sekarang yang menggunakan pewarna. Bubur sumsum buatan beliau menggunakan pewarna dari daun suji. Aku paling senang membantu beliau menumbuk daun suji dengan lesung. Lesung yang digunakan adalah lesung besar, setinggi kira2 30 cm, dengan penumbuk berupa tongkat kayu yang setinggi nenekku. Nenek juga biasa membuat ulen, atau ketan uli, dengan menggunakan lesung tersebut. Kadang2 aku dan saudara2ku berebut membantu nenek menumbuk beras dalam lesung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah ingatan masa Tk hingga SD. Aku tidak ingat apa yang dilakukan oleh nenek saat aku SMP dan SMA. Mungkin saat itu aku sudah terlalu sibuk dengan diri sendiri sehingga tidak melihat sekelilingku. Tapi beliau masih setia mengantar adik bungsuku ke Taman Kanak-Kanak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kuliah, aku semakin jarang memperhatikan nenek. Setelah aku lulus, nenek pindah ke kota yang sama denganku karena ini merupakan kota asalnya. Meskipun rumahku  tidak terlalu jauh dari rumah nenek, aku sangat jarang mengunjungi beliau. Jadi, kabar mengenai nenek hanya kudengar dari ibu dan paman serta bibiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ibuku mengajak nenek untuk menginap di rumah. Selama beberapa hari nenek terlihat tenang, hingga suatu pagi kakak menemukan nenek sedang menangis di ruang tamu. Sewaktu kutanya kenapa beliau menangis, beliau menjawab bahwa beliau merasa tidak berguna di rumah ini karena tidak dapat membantu ibuku. Dengan caraku sendiri, aku berusaha membuat nenek merasa tenang dengan menyarankan agar beliau membantu menyapu di rumah. Akhirnya, hari itu dan keesokan harinya, nenek mulai menyapu rumah, dan terlihat mulai tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari setelah kejadian, kakak yang hendak berangkat bekerja menemukan nenek berpegangan di kusen pintu depan. Sewaktu ditanya, nenek tidak bisa menjawab dengan jelas. Akhirnya nenek dipapah menuju tempat tidur. Sewaktu aku menemui nenek, beliau tidak bisa berbicara dengan jelas. Termakan oleh cerita-cerita mistik yang kutonton di TV, aku dan ibuku menyuruh nenek untuk istighfar. Meskipun demikian, sempat terlintas dalam benak kemungkinan nenek terserang stroke. Di kantor, aku bercerita keadaan nenek kepada rekan kerja, dan beliau menyarankan untuk segera membawa nenek ke dokter karena berdasarkan pengalamannya itu adalah gejala stroke ringan. Aku segera menelepon ke rumah dan meminta ibuku untuk membawa nenek ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek kemudian dibawa ke rumah sakit selama dua minggu. Selama itu pula kami, cucu dan anak-anaknya, harus memperkenalkan diri kami pada beliau karena beliau benar2 sudah tidak mengenal siapapun kecuali saudara kandungnya sendiri. Selama itu pula ibu mengambil keputusan membawa nenek pulang ke rumah untuk dirawat hingga sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, dimulailah hari2 kami dalam merawat nenek. Hari2 yang dipenuhi frustrasi dari kedua belah pihak karena saling tidak memahami satu sama lain, diiringi dengan kelucuan2 akibat kata2 nenek yang kadang2 aneh. Frustrasi karena nenek menggunakan bahasa kolonial yang diingatnya dari masa gadisnya, padahal tidak satu pun di antara anak dan cucunya yang dapat berbahasa itu. Namun, rasa frustrasi hanya sebentar kami alami karena setelah itu kami dan juga nenek belajar untuk menikmatinya. Setelah itu, hari2 dilewati dengan tawa, terutama setelah fisik nenek mulai pulih. Karena seiring dengan kepulihan fisiknya, keceriaan nenek pun bertambah. Alhasil, alih2 mendapatkan nenek pendiam yang biasanya kami miliki, nenek yang sekarang adalah nenek centil yang selalu tersenyum kepada semua orang, menyapa semua orang, dan ikut tertawa bersama kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hikmah yang kudapatkan selama ikut mengurus nenek. Tapi hikmah paling berharga yang kudapatkan adalah kesabaran dan kedekatan kembali dengan nenek tercinta. Sabar dalam menemani nenek yang terbangun jam 3 pagi dan tidak mau kembali tidur. Sabar dalam mengobrol dengan nenek meskipun tidak mengerti apa yang dimaksud oleh beliau. Dan sabar dalam mengajarkan lagi satu per satu keahlian dasar yang hilang, seperti memegang sendok. Sedangkan kedekatan kembali dengan nenek membuatku menyadari akan arti seorang nenek dan juga mengingatkanku pada usia dan kerapuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, fisik nenek sudah pulih, bahkan lebih baik dari sebelumnya. Nenek sudah berjalan lebih tegak dari sebelumnya; lebih tangkas dari sebelumnya; dan bahkan sudah bisa memegang gayung berisi penuh air. Hal2 yang sebelumnya tidak dapat dilakukan beliau bahkan sebelum sakit, kini sudah dapat dilakukannya dengan penuh semangat. Nenek pun sekarang lebih banyak berbicara daripada sebelumnya. Sekarang, beliau selalu mempunyai komentar terhadap apa pun yang dikatakan oleh orang lain, hingga membuat anak2nya heran. Suatu hari, salah satu putrinya bertanya kenapa beliau sekarang lebih banyak bicara dibandingkan sewaktu kakek masih ada. Nenek hanya menjawab: “malu” :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan seorang cucu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-113809844564847165?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/113809844564847165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=113809844564847165&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113809844564847165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113809844564847165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2006/01/hikmah-di-balik-kesulitan.html' title='Hikmah di balik kesulitan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-113253484139022002</id><published>2005-11-21T23:00:00.000+07:00</published><updated>2005-11-21T08:00:41.406+07:00</updated><title type='text'>Jalan #2</title><content type='html'>Sewaktu menulis “Jalan”, aku teringat akan pesan Bilbo pada Frodo: “Berjalan keluar rumah itu berbahaya, Frodo, karena kau tidak tahu kemana kau akan tiba.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang kurasakan saat itu. Meskipun langkahku bisa tertahan selama beberapa tahun di sekitar kompleks tempat tinggalku hingga aku SMA, pada akhirnya jalan itu pula yang membawaku pindah ke kota lain. Sewaktu aku melangkah menuju kampus, setiap hari selama bertahun2, pada akhirnya jalan itu pula yang membawaku ke pekerjaanku sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/marpuahm/jalan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.geocities.com/marpuahm/jalan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Jalan yang selalu kulalui dari rumah ke kantor pada akhirnya membawaku ke jalan2 yang lain. Kadang jalan yang indah dinaungi pepohonan, kadang jalan yang sibuk dibatasi oleh perkantoran dan pertokoan. Kadang aku melalui jalan perumahan yang damai dimana anak2 kecil berlarian sambil tertawa, kadang aku harus terengah2 menapaki jalan berbatu menuju desa terpencil di republik tercinta ini. Kadang, jalan yang kulalui beraspal bagus di satu bagian tapi hancur lebur di bagian yang terkena longsor. Kadang jalan yang kulalui berakhir di kepundan gunungapi, kadang berakhir di pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi selalu pada akhirnya jalan yang kulalui membawaku pada pemandangan indah. entah jalan itu membawaku melihat matahari terbit di samudera, atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;sunset&lt;/span&gt; dari atas jembatan. Jalan yang kulalui juga membawaku pada kawah yang putih dan indah, atau pada pantai bergumuk dan berombak besar. Kadang jalan itu juga mempertemukanku dengan berbagai jenis orang. Sebagian besar mungkin akan kulupakan, namun sisanya akan selalu kuingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, aku bisa memahami perkataan Bilbo: “Hanya ada satu Jalan. Seperti sebuah sungai besar dimana mata airnya berada di depan setiap pintu, dan anak sungainya adalah jalan2 cabang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mungkin sekarang aku bisa menjawab Bilbo dengan: “Aku tahu kemana jalan ini menuju, tapi aku memang tidak tahu apa yang akan kuhadapi di sana.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-113253484139022002?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/113253484139022002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=113253484139022002&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113253484139022002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113253484139022002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/11/jalan-2.html' title='Jalan #2'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-113231118451093381</id><published>2005-11-19T08:45:00.000+07:00</published><updated>2005-11-18T17:53:04.526+07:00</updated><title type='text'>Jalan</title><content type='html'>Entah kenapa, mendengar kata “Jalan” tiba-tiba aku teringat akan jalan2 yang pernah kulalui, dari kecil hingga sekarang. Kalau kuingat lagi, sebagian besar jalan yang kulalui selalui dinaungi oleh hijaunya daun di bawah birunya langit. Sedangkan sisanya, kadang dihiasi oleh gedung2 kuno yang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat akan jalan yang kulalui dari rumahku ke Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Rumahku terletak dalam sebuah kompleks yang dibangun pada tahun 70-an. Jalan di depan rumahku disebut dengan Gang, namun dengan lebar jalan yang cukup untuk mengakomodasi 2 mobil. Keluar dari rumah, aku harus berjalan sekitar 100 meter, melalui sebuah SMP dan taman di sebelah kiriku, dan sebuah rumah besar di sebelah kananku. Tepi jalan di depan rumahku dihiasi oleh pohon2 jambu batu dan pohon karet hias. Sewaktu kecil, aku sering memakan jambu batu itu dan kemudian melemparnya ke halaman SMP di depan rumah. Setelah aku besar, biji2 jambu yang kubuang pun berkembang menjadi pohon berbuah lebat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai di jalan utama kompleks, aku akan berbelok ke kiri untuk menuju TK dan SD yang terletak di ujung jalan itu. Yang aku ingat dari jalan utama kompleks itu adalah pohon Flamboyan yang terletak di pertigaan gang rumahku dengan jalan utama. Pohon itu cukup besar untuk menaungi beberapa pedagang yang berjualan di ujung gang. Pohon itu juga cukup besar untuk menyambut kedatanganku setiap kali aku pulang dari SMP ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat yang paling kusukai adalah ketika pohon tersebut mulai berbunga dan kemudian berguguran. Flamboyan yang berguguran terlihat begitu indah dan bisa mengobati kelelahan belajar di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah aku pindah SD, jalan yang biasa kulalui adalah jalan dengan batas hijau (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;boulavard&lt;/span&gt;?) yang ditanami akasia. Kadang, aku dan temanku berjalan sambil bergayut dari pohon ke pohon yang ditanam dengan jarak satu meter satu dengan yang lainnya. Meskipun aku paling takut pada ulat, namun entah kenapa aku tidak pernah segan untuk berjalan di bawah pohon2 akasia tersebut. Senang rasanya berjalan pulang di bawah rerimbunan akasia untuk kemudian disambut oleh bunga flamboyan yang berguguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika SMA, jalan menuju sekolah terlalu besar dan tanpa batas hijau yang ditumbuhi pohon di tengah. Sehingga daerah sekitar sekolah terasa gersang. Pohon yang menaungi jalan pun berupa pohon2 besar yang tidak kukenal namanya. Pohon2 itu ditanam dengan jarak yang cukup lebar satu sama lain. Pohon2 besar juga menaungi jalan antara sekolah dan lapangan olah raga yang terletak sekitar 500 meter dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon2 tua dan besar menaungi jalan di kampusku. Pohon2 tua juga menaungi jalan disekitar kampus dan di sekitar tempat tinggalku. Namun, pembangunan mengharuskan penebangan terhadap pohon2 di sekitar rumah. Pembangunan juga menyebabkan penebangan pohon palem yang menaungi jalan besar dekat rumah. Padahal, dulu jalan itu merupakan salah satu jalan favoritku. Kadang aku sengaja pulang berjalan kaki dari kampus hanya untuk merasakan dan mendengar desiran daun palem di sepanjang jalan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit menyerang pohon2 di sekitar kampus sehingga pohon2 tua tersebut harus ditebang dan diremajakan. Pohon2 tua kadang bertumbangan jika kota tempat aku menuntut ilmu terlanda hujan angin. Dan pohon tanjung yang ditanam ibuku di depan rumah ditebang oleh Dinas Pertamanan kota. Aku ingat betapa sedihnya ibuku karenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon tua dan besar menaungi jalan raya di depan kampusku di negeri orang. Di musim gugur, jalan itu terlihat begitu cantik dihiasi dengan daun yang berguguran. Yang paling kusukai adalah berjalan di malam hari dari kampusku ke tempat tinggalku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama2, aku harus berjalan di bawah naungan pohon2 tua yang melindungi gedung2 kuliah di belakangnya. Setelah itu aku akan berbelok ke taman di lereng bukit. Aku bisa melihat jalan di atas dan di bawahku. Setelah sampai di bagian tengah taman, aku akan berjumpa dengan sebuah pohon besar di sebelah kanan, dan sebuah backpackers di sebelah kiri. Menjelang sampai di jalan raya bawah, aku akan bertemu dengan semak2 setinggi tubuhku. Setelah itu, jalan menuju tempat tinggal dihiasi oleh gedung pertokoan yang tidak terlalu menarik. Mencapai belokan dekat tempat tinggalku, aku akan disambut oleh gedung2 apartemen dan toko2 kuno yang cantik. Di sudut belokan, berdiri sebuah café yang melayani tamu dari pagi hingga malam. Kopi di sana memang enak tapi terlalu pekat untuk perutku yang tidak tahan terhadap kafein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan terindah di negeri seberang yang paling kuingat adalah jalan di sebuah kota kecil. Jalan itu tidak terlalu lebar dan banyak berpotongan dengan jalan lain. Namun, di suatu tempat, jalan itu memotong sebuah sungai kecil yang jernih dengan dasar berbatu. Dari atas jembatan, terlihat pohon2 willow yang menaungi tepian sungai berhampar rumput hijau yang mengundang kita untuk duduk sejenak di bawah naungannya. Kalau membayangkannya sekarang, mungkin seperti itu juga perasaan Sam Gamgee saat terbangun di bawah pepohonan disambut oleh wangi rumput dan bunga Ithilien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-113231118451093381?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/113231118451093381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=113231118451093381&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113231118451093381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113231118451093381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/11/jalan.html' title='Jalan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-113203834826265899</id><published>2005-11-15T13:57:00.000+07:00</published><updated>2005-11-15T14:05:48.276+07:00</updated><title type='text'>Pada sebuah pernikahan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tururu&lt;/span&gt;… &lt;span style="font-style:italic;"&gt;turururu&lt;/span&gt;… sayup-sayup di tengah tidurku, kudengar telepon berdering. Aku tidak bergeming karena masih setengah tertidur. Masih setengah tidur, kudengar suara Bunda memanggilku untuk menerima telepon itu. Dengan setengah mengantuk aku menyapa sang penelepon: “Hallo”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, lagi ngapain” jawab suara di seberang sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumun, aku berteriak dalam hati. Sudah lama aku tidak mendengar kabar darinya. Kantukku langsung menghilang karena begitu banyak gosip2 yang ingin kubicarakan dengannya. Mataku semakin membesar sewaktu dia mengundangku untuk hadir di pernikahannya. Meskipun sudah sejak lama Mumun merencanakan akan menikah, tetapi karena begitu banyak masalah yang harus dia hadapi, maka pernikahannya selalu diundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai menelepon, aku teringat saat2 aku masih sering bersama Mumun, Juminten dan Menuk. Setahuku, di antara kami berempat (Mumun, Menuk, Juminten dan aku), Mumunlah yang paling tegas mengatakan bahwa dia ingin menikah dan ingin segera punya anak. Juminten juga selalu bilang bahwa dia siap menikah tapi sayangnya dia belum bertemu dengan laki-laki yang tepat untuknya. Sedangkan Menuk lebih banyak diam dan memendam sendiri keinginannya. Kalau aku, dulu paling sering terpesona oleh laki2, dan kemudian patah hati (walaupun teman2 tidak menganggap aku sedang patah hati). Sekarang aku masih belum tahu apa yang kuinginkan, tapi aku sudah memutuskan untuk mengikuti aliran kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang rasanya akhirnya ada juga diantara kami berempat yang akhirnya menikah. Aku jadi tidak sabar ingin melihat Mumun dalam gaun pengantin. Maka, dengan semangat 45 aku pun mempersiapkan diri untuk menghadiri pernikahan Mumun, mulai dari mencari pakaian untuk pesta hingga kado pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hari H, aku sudah bersiap2 sejak siang hari. Mumun bilang, aku diharapkan datang sekitar jam 6 sore karena pesta akan dimulai setelah berbuka puasa (waktu itu masih Ramadhan). Beberapa menit sebelum berangkat, Bunda dan adikku ribut melihat selendang dan tasku yang tidak matching serta leher dan telingaku yang polos tanpa perhiasan. Aku terpaksa harus mencoba beberapa perhiasan Bunda dan adikku sebelum akhirnya menemukan kalung yang kira2 sesuai dengan pakaianku serta tas pinjaman dari kakak. Akhirnya, aku berangkat ke tempat pesta beberapa menit sebelum azan Maghrib berkumandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta berlangsung dengan meriah. Di sana aku bertemu dengan keluarga Mumun dan juga keluarga suaminya. Aku juga bertemu dengan teman2 Mumun yang lain, termasuk Raden Ayu yang merupakan teman lama kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pesta pernikahan belum lengkap kalau belum ada pelemparan buket bunga oleh mempelai wanita. Tadinya kupikir buket bunga sudah dilempar sewaktu pemberkatan pernikahan, tapi ternyata Mumun sengaja menyimpannya untuk pesta. Beruntunglah aku yang datang ke pesta ini, karena ada kemungkinan aku akan mendapatkan buket bunga itu. Begitu pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat kakak Mumun memanggil para lajang ke depan untuk memperbutkan buket bunga, aku tidak ikut maju. Ja-im ceritanya. Tapi Mumun dengan kakaknya kemudian memanggil namaku untuk maju ke depan, maka dengan aku maju ke barisan terdepan. Di sana aku berdiri bersama dengan adik Mumun dan salah seorang keluarga Mumun. Di belakang kami berdiri cowok2 lajang yang juga disuruh maju untuk memperebutkan bunga.&lt;br /&gt;Menurut tradisi, bunga hanya boleh dilempar 3 kali saja. Aku dan adik Mumun mempersiapkan kuda2 untuk berebut bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap ya!” kata Mumun sambil menoleh ke belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya!!!” kami berseru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hoopp&lt;/span&gt;… Mumun melempar bunga ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Duk&lt;/span&gt;… suara buket yang membentur langit2 ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serentak terdengar teriakan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumun pun bersiap melakukan lemparan ke dua. Sementara Mumun bersiap2, adik Mumun dan sepupu laki2 Mumun berebut posisi strategis di depanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hooppp&lt;/span&gt;… Mumun melempar bunga ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saat lemparan pertama Mumun melakukan lemparan parabola ke atas, maka lemparan kedua dilakukan Mumun secara horizontal ke belakang. Buket terbang dengan kecepatan maksimal ke arah adik Mumun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tapp&lt;/span&gt;… bunga terpukul entah oleh adik Mumun atau sepupu Mumun. Bunga pun jatuh ke lantai di belakang Mumun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan kecewa kembali terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemparan terakhir pun siap dilakukan. Aku bersiap2 di baris kedua. Di sebelah kananku, seorang gadis manis keluarga Mumun, dan di sebelah kiriku seorang laki2 muda kurus, keluarga Mumun juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hooppp&lt;/span&gt;… Mumun melempar bunga lurus ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seerrrr&lt;/span&gt;… Terdengar suara buket yang terbang ke arah wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat buket itu melaju dengan kencang seperti piauw menuju wajahku, naluri mempertahankan dirilah yang keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seettt&lt;/span&gt;… aku menelengkan kepala ke kanan untuk menghindari buket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dukkk&lt;/span&gt;… Terdengar suara saat kepalaku membentur kepala gadis di sebelahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduuuhhh” kamu berdua berseru bersamaan dengan tepukan tangan atas keberhasilan cowok di sebelahku menangkap buket bunga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar rekanku sewaktu mendengar ceritaku: "Dikasih jodoh kok malah menghindar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk Mumun dan Ujang: Ngiring bingah. Semoga bahagia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-113203834826265899?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/113203834826265899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=113203834826265899&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113203834826265899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113203834826265899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/11/pada-sebuah-pernikahan.html' title='Pada sebuah pernikahan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-113169657332180937</id><published>2005-11-12T06:09:00.000+07:00</published><updated>2005-11-11T15:09:33.333+07:00</updated><title type='text'>Kamar, kaktus dan telapak kaki</title><content type='html'>Daun-daun palem yang berdesir tertiup angin menjadi latar depan bagi perbukitan biru yang terlihat jelas dari jendela kamarku. Kamar tempat aku melewatkan sebagian besar waktuku, baik dalam susah maupun senang. Kamarku cukup besar, berukuran 8 kali 6 meter namun hanya terdiri dari satu ruangan saja. Perabot yang terdapat di kamar ini hanyalah selembar permadani, meja, kursi dan lemari buku serta beberapa kotak kardus berisi barang2 yang sudah tidak aku gunakan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/marpuahm/kaktus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.geocities.com/marpuahm/kaktus.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Selama tiga tahun aku menempati kamar ini, tidak banyak perubahan yang kubuat dalam susunan kamar. Perubahan terakhir terjadi beberapa waktu yang lalu sewaktu aku memasang poster yang sudah lama sekali aku miliki tapi tidak pernah kupasang. Selain itu, tidak ada lagi perubahan yang aku buat terhadap kamar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara desiran daun palem selalu menemaniku setiap hari, dari pagi hingga siang, siang hingga malam. Kadang angin yang menghembus daun palem juga berhembus ke dalam kamarku. Aku selalu menyambut gembira hembusan angin yang masuk, terutama jika angin itu datang di hari yang panas dan pengap. Namun kadang, angin yang berhembus merupakan angin dingin yang menusuk kulit. Jika angin ini yang datang, maka yang biasa kulakukan adalah menutup jendela atau keluar kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar jendela, aku menyimpan tiga pot kecil pohon kaktus yang aku beli beberapa tahun yang lalu. Dua pohon berbentuk kaktus bundar dan satu pohon merupakan kaktus yang berbentuk telapak kaki. Ketiga pot itu selalu aku tempatkan di luar jendelaku, baik di musim kemarau maupun musim hujan. Jika hujan kaktusku akan sangat basah, sedangkan saat musim kering kaktusku akan terus kepanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, sewaktu baru dibeli, kaktus terakhir masih memperlihatkan bentuk telapan kaki normal yang cantik dengan 5 jari. Namun sekarang akibat kepanasan dan kehujanan terus menerus, maka kaktus itu tumbuh tidak terkendali dan sekarang berubah menjadi kaki dengan banyak jari. Meskipun demikian, aku memutuskan untuk tetap memelihara kaktus tersebut. Sebagian karena aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dengan kaktus itu. Dan sebagian lainnya karena aku mengagumi kegigihan kaktus itu untuk tetap hidup dan berkembang sesuai keinginannya meskipun lingkungannya sangat tidak mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, jendela kamarku masih dihiasi oleh tiga kaktus mungil yang dinaungi oleh dahan palem yang selalu berdesir ditiup angin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-113169657332180937?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/113169657332180937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=113169657332180937&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113169657332180937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/113169657332180937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/11/kamar-kaktus-dan-telapak-kaki.html' title='Kamar, kaktus dan telapak kaki'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-112945328241891540</id><published>2005-10-16T15:53:00.000+07:00</published><updated>2005-10-16T16:31:51.063+07:00</updated><title type='text'>Matahari terbit di samudera</title><content type='html'>Waktu kecil, aku seperti anak lainnya, senang bermain di sekitar lingkungan rumah. Karena aku tumbuh di perumahan, maka lingkungan yang kukenal hanyalah hutan tembok dan jalan raya, yang beberapa kali setahun diselingi oleh banjir. Kalau sekarang orang ribut dengan banjir, maka sewaktu aku kecil banjir sudah merupakan hal yang biasa. Bukan hal aneh kalau pagi2 aku berangkat ke sekolah dengan rapi tapi sewaktu pulang ke rumah aku harus copot sepatu dan melangkah dengan hati2 karena jalan raya dan juga selokan besar yang ada di dekat rumah sudah tertutup oleh banjir. Sehingga bisa dikatakan kalau alam sekitar saya di masa kecil hanyalah berkisar pada rumah, sungai, jalan raya dan banjir. Oleh karena itu, sangat jarang saya memikirkan keindahan matahari terbit ataupun terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil, ayahku memberiku kamera mainan. Aku begitu senang, dan aku mengambil begitu banyak gambar teman2 sekolahku dengan menggunakan kamera itu. Meskipun mendiang ayah bukan fotografer atau hobi fotografi, tapi beliau sangat senang membeli barang elektronik, salah satunya adalah kamera. Maka tidak heran kalau aku sebagai anaknya punya kebiasaan memotret. Tapi karena aku hanyalah fotografer amatiran, maka hasil yang didapat juga hanyalah rekaman kegiatan aku dan teman2. Manusia memang merupakan obyek yang saya sukai, karena tanpa perlu memikirkan komposisi semuanya sudah dapat tertangkap dalam wajah seseorang. Bisa dikatakan saya sangat jarang memotret pemandangan alam. Kalaupun ada foto2 saya yang berkaitan dengan alam, maka itu saya ambil karena itu terkait dengan pekerjaan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.geocities.com/marpuahm/sunrise.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.geocities.com/marpuahm/sunrise.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Saya ingat, beberapa tahun lalu, salah seorang kawan bercerita betapa sedihnya dia sewaktu kehilangan koleksi foto2 matahari terbitnya. Meskipun bersimpati padanya, tapi saya masih belum menyadari betapa indahnya saat2 matahari terbit menerangi semesta ini. Hingga bulan lalu, saat saya terapung2 di laut lepas, saat itulah saya baru menyadari keindahan matahari terbit. Saat yang paling saya sukai adalah saat matahari yang sudah terbit penuh masih berada di kaki langit dan menerangi bumi dengan cahaya merah keemasan. Saat itu adalah saat yang paling banyak saya abadikan dan menjadi koleksi foto matahari terbit di samudera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja di gunung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-112945328241891540?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/112945328241891540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=112945328241891540&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112945328241891540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112945328241891540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/10/matahari-terbit-di-samudera.html' title='Matahari terbit di samudera'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-112926190448195587</id><published>2005-10-15T01:00:00.000+07:00</published><updated>2005-10-14T10:51:44.500+07:00</updated><title type='text'>Paidul, Juminten dan aku</title><content type='html'>Bergabung melakukan penelitian dengan kapal asing adalah cita2ku sejak dulu meskipun aku bukan seorang spesialis. Oleh karena itu saat seorang kolega bercerita bahwa ia diundang seorang peneliti asing untuk melakukan penelitian dengan kapal asing, tanpa malu2 aku menawarkan diri untuk “menemani”nya. Maka, berangkatlah kami ke negara tetangga untuk melakukan penelitian hingga ke Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, sudah barang tentu aku memberikan pengumuman kepada teman2ku mengenai keberangkatanku. Kebetulan, dua dari peneliti asing yang akan bergabung dengan tim bekerja di tempat yang sama dengan dua orang kawanku. Salah satunya, Paidul, merupakan orang yang selalu dibicarakan oleh salah seorang teman, Juminten. Menurut Juminten, Paidul itu “ndesit”, nggak ngerti apa2, nggak bisa bahasa Inggris, kuper dan lain sebagainya. Maka saya bersiap2 bertemu Paidul dengan image dia sebagai “londo ndesit”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tiba di tempat keberangkatan sehari sebelum kapal bertolak menuju tempat survey. Kami langsung menuju kapal untuk beristirahat dan kemudian menggunakan waktu untuk berkeliling kota pelabuhan tersebut. Keesokan harinya, saat kapal berangkat, kami pergi ke dek kapak untuk melihat pemandangan kota pelabuhan dari laut. Saat di dek itulah untuk pertama kalinya aku bertemu Paidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan pertama saya adalah beda tinggi badan yang terlalu jauh dengan kawan karibku itu. Selain itu, saya merasa Bahasa Inggrisnya sangat bagus. Penjelasan terbaik untuk itu adalah mungkin kemampuan bahasa teman saya yang kurang bagus. Kemudian, masih menurut Juminten, selera musik Paidul payah. Kenyataannya, selama giliran kerja, saya sangat beruntung karena Paidul bersedia meminjamkan komputernya yang berisi lagu2 Robbie Williams. Meskipun saya dan rekan2 satu tim kerja harus mendengar lagu itu dua hari berturut2, kami masih lebih menyukainya dibandingkan lagu rakyat setempat yang diputarkan oleh kepala tim. Karenanya saya kembali mempertanyakan penilaian Juminten terhadap Paidul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah “ndesit”, saya tidak terlalu mengerti dimana sisi “ndesit”nya Paidul. Namun setelah lama berteman dengan Juminten, saya memahami keterbatasannya dalam berekspresi mengungkapkan perasaannya *walaupun dia seorang penulis yang baik* Jadi, sekali lagi, aku terbingung2 mencoba mencocokkan image Paidul dengan kenyataan yang ada di depan mata. Namun secara pribadi, harus saya akui, bahwa ada beberapa sisi Paidul yang kurang cocok dengan saya. Oleh karena itu hingga sekarang saya masih mencoba me-reka2 sisi mana dari Paidul yang membuat Juminten tergila2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dari semua benturan antara image dan kenyataan, ada satu cerita Paidul yang akan selalu saya ingat: “kalau saya bicara dengan Juminten, kadang2 keluar kata2 yang saya tidak mengerti karena itu bukan Bahasa Inggris ataupun Bahasa Jerman.” Kolega saya dengan tenang berkomentar: “Itu pasti Bahasa Jawa.” Ternyata bukan kemampuan berbahasa Paidul yang terbatas, tapi karena Juminten yang di bawah sadar selalu menyelipkan kata2 Jawa dalam percakapannya dengan Paidul. Jangan2 selama ini Juminten tidak sadar kalau dirinyalah yang salah :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September di Matahari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-112926190448195587?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/112926190448195587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=112926190448195587&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112926190448195587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112926190448195587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/10/paidul-juminten-dan-aku.html' title='Paidul, Juminten dan aku'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-112626569548462603</id><published>2005-09-09T18:23:00.000+07:00</published><updated>2005-09-09T18:34:55.490+07:00</updated><title type='text'>Kegagalan</title><content type='html'>Sudah dua tahun lebih saya mencoba mencari beasiswa untuk meneruskan sekolah di negara orang. Aplikasi demi aplikasi saya masukkan dan penolakan demi penolakan saya terima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun pertama, saya berpikir bahwa saya kualifikasi saya tidak sesuai untuk lowongan yang saya lamar. Tahun kedua, masukan dari kawan2 meningkatkab kepercayaan diri saya bahwa saya cukup qualified tapi mungkin cara penulisan riwayat hidup dsb saya yang masih kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal tahun ketiga, tahun ini, saya cenderung ngotot untuk memasukkan aplikasi2 dan juga meningkatkan riwayat hidup saya dengan memperbanyak pengalaman. Entah berapa waktu, tenaga dan materi yang saya habiskan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan tahun ketiga, akhirnya saya menyadari kenapa Tuhan belum memberi saya kesempatan untuk pergi jauh. Karena, pada tahun ketiga inilah saya dihadapkan dengan kefanaan manusia. Tahun ketiga ini juga saya diharuskan untuk introspeksi diri dan menyusun kembali prioritas hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sesuatu yang dulunya saya anggap kegagalan, sekarang saya sadari merupakan hikmah dari Yang Maha Kuasa yang memberi saya kesempatan untuk merawat orang tercinta. Pengalaman tersebut membuka mata saya dan menyadarkan saya akan arti pasrah, yaitu berusaha sekuat tenaga dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-112626569548462603?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/112626569548462603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=112626569548462603&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112626569548462603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112626569548462603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/09/kegagalan.html' title='Kegagalan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-112626371395535540</id><published>2005-09-09T17:50:00.000+07:00</published><updated>2005-09-09T18:36:19.026+07:00</updated><title type='text'>"Secara" disengaja maupun tidak</title><content type='html'>Secara disengaja, teman saya sering menirukan kata-kata salah seorang teman bloggernya yang sering menuliskan "secara" di tempat yang menurut saya kurang tepat. Teman saya menggunakan kata itu pada saat berkomunikasi dengan saya karena ia tahu bahwa saya akan sangat terganggu mendengarnya. Being a good friend, she and one other friend, always use the word whenever they talk to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, pada suatu kesempatan saya pulang tepat waktu ke rumah, saya sampai di rumah saat infotainment ditayangkan pada salah satu tv swasta. Tayangan itu menampilkan wawancara bekas pacar Taufik Hidayat (saya lupa namanya, tapi yang pasti diawali dengan huruf D) yang diminta berkomentar mengenai putusnya hubungannya dengan Taufik dan rencana pernikahan Taufik dengan putri salah seorang pejabat tinggi (namanya saya lupa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, tepat saat saya menonton tayangan tersebut, terdengar pernyataan sang nona D yang diawali dengan: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Secara&lt;/span&gt; saya berteman dengan dia....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya: Ya ampun, jangan2 orang ini juga sobatnya si blogger "secara" ya... keren juga si blogger punya sobat selebriti.... padahal saya pikir saya nggak akan dengar lagi kata itu digunakan dalam posisi yang tidak tepat, tapi ternyata..... hiks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*"self-proclaimed" pejuang ber-Bahasa Indonesia yang baik dan benar*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-112626371395535540?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/112626371395535540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=112626371395535540&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112626371395535540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112626371395535540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/09/secara-disengaja-maupun-tidak.html' title='&quot;Secara&quot; disengaja maupun tidak'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-112625954289141545</id><published>2005-09-09T16:18:00.000+07:00</published><updated>2005-09-09T16:52:22.900+07:00</updated><title type='text'>Hobi dan kopi</title><content type='html'>Menurut beberapa ahli, manusia modern perlu mempunyai hobi untuk mengatasi stres yang banyak dihadapi oleh manusia di jaman ini. Oleh karena itu, sekarang ini banyak perkumpulan2 untuk orang2 yang memiliki hobi tertentu. Selain itu, banyak kursus2 untuk orang2 yang berminat terhadap sesuatu. Apalagi dalam era keterbukaan ini (cieee.. kata2 gue keren banget), banyak keterampilan2 dari luar seperti ikebana, dsb, yang diminati oleh bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saya hidup di jaman ini, tapi saya tidak pernah memiliki ketertarikan untuk mempelajari keterampilan2 tersebut. Keinginan mungkin ada, terutama untuk mengikuti kursus memasak, tetapi waktu dan tempat yang tidak cocok. Sedangkan untuk hobi, apakah membaca bisa dimasukkan ke dalam kategori hobi? Karena seorang kawan pernah bercerita bahwa membaca adalah kebutuhan, bukan hobi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi saya yang lain selain membaca adalah mencicipi kopi yang dihidangkan oleh cafe2 yang ada di kota saya. Hobi ini paling sering saya jalani kalau saya menghadapi masalah yang sangat pelik. Dua tahun yang lalu, saya mengunjungi cafe seminggu sekali. Padahal kegiatan itu menguras habis gaji saya yang pas2an. Tapi paling tidak saya jadi tahu mana tempat yang enak untuk minum kopi dan mana yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setahun terakhir ini, saya tidak bisa menjalankan hobi itu sesering tahun-tahun sebelumnya. Padahal tempat yang menarik untuk mencicipi kopi semakin banyak. Meskipun begitu, berdasarkan pengalaman saya mencicipi kopi di cafe2 yang ada, saya masih lebih suka minum kopi toraja-nya cafe excelso. sori, ini bukannya iklan, tapi memang harus diakui bahwa rasa kopi toraja itu benar2 kuat. Berbeda sekali dengan berbagai jenis black coffee yang banyak ditawarkan oleh cafe2 lainnya. sekali lagi, ini bukan iklan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: saya bukan ahli kopi. cuma senang coba2 minum kopi aja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-112625954289141545?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/112625954289141545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=112625954289141545&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112625954289141545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112625954289141545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/09/hobi-dan-kopi.html' title='Hobi dan kopi'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-112355257518144352</id><published>2005-08-09T08:50:00.000+07:00</published><updated>2005-08-09T08:56:15.186+07:00</updated><title type='text'>Daftar Bacaan</title><content type='html'>Ini adalah daftar bacaan saya selama beberapa bulan terakhir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eleven Minutes by Paulo Cuelho&lt;br /&gt;The Alchemist by Paulo Cuelho&lt;br /&gt;Kodocha Child's Play by Miho Obana&lt;br /&gt;Prince of Tennis by Takeshi Konomi&lt;br /&gt;Parfait Tic!! by Nagamu Nanaji&lt;br /&gt;Wild Act by Takada Rie&lt;br /&gt;For the Roses by Akemi Yoshimura&lt;br /&gt;Pendekar Hina Kelana by Chin Yung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mau menyumbangkan ide untuk bacaan lainnya pada saya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-112355257518144352?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/112355257518144352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=112355257518144352&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112355257518144352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112355257518144352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/08/daftar-bacaan.html' title='Daftar Bacaan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-112349604597612480</id><published>2005-08-08T16:58:00.000+07:00</published><updated>2005-08-08T17:14:05.983+07:00</updated><title type='text'>Bunyi #2</title><content type='html'>Kembali ke masalah bunyi. Selain "bunyi" yang sudah pernah saya bahas, ada juga bunyi yang berarti suara. Begitu banyak suara yang ditangkap oleh telinga manusia dan kemudian dicerna oleh otak. Saat ini, saya bisa mendengar bunyi knalpot kendaraan bermotor, bunyi peluit polisi yang sedang mengatur lalu lintas, bunyi gesekan angin dengan kendaraan bermotor, dan juga bunyi desiran daun yang digoyang oleh angin. Bunyi-bunyian bisa dianggap merupakan bunyi "alami" dan "netral". "Alami" karena bunyi ini merupakan bunyi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari2 saya, sedangkan netral karena bunyi-bunyi tersebut tidak berarti apa2 buat saya, tidak membuat saya sedih, senang ataupun yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis bunyi yang alami namun tidak netral menurut saya adalah suara yang dikeluarkan oleh manusia pada saat bercakap2. Suara yang keluar dari mulut manusia dan menghasilkan kalimat sarat dengan nilai-nilai yang dimiliki oleh pembicara berikut sudut pandangnya. Kadang kalimat tersebut tidak akan memberi pengaruh apapun. Namun kadang suatu kalimat bisa menjadi pencetus terjadinya pertengkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, saya sedang bekerja di depan komputer saya. Melalui pintu ruangan, saya bisa mendengar percakapan bos dengan beberapa orang rekan kerja. Meskipun maksud hati tidak ingin mendengar, namun bagian-bagian percakapan tetap saja terdengar. Benar kata pepatah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tukang nguping tidak akan mendengar hal baik mengenai dirinya&lt;/span&gt;. Itu juga yang terjadi pada saya. Karena yang saya dengar hanya sepotong-sepotong, maka saya mengambil kesimpulan berdasarkan data yang saya miliki sehinggak akhirnya kesimpulan yang saya dapat malah membuat semangat saya jatuh. Akhirnya saya keluar dari ruangan dan pergi ke ruangan rekan yang lain karena saya tidak ingin terus mendengar hal-hal yang bisa membuat saya kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke bunyi, bunyi berupa suara yang saya dengar saya kelompokkan sebagai suara yang "tidak netral" karena penuh dengan interpretasi pembicara terhadap tindakan yang dilakukan oleh objek yang dibicarakan. Karena saya dengan GR merasa kalau saya adalah objek yang dibicarakan, maka saya memilih untuk pergi sebelum mood saya hancur sama sekali. Sayangnya, semangat bekerja saya sudah hilang tak berbekas. Alhasil, jadilah tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: jangan percaya semua tulisan di atas ya. soalnya rasanya isinya pembenaran semua :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-112349604597612480?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/112349604597612480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=112349604597612480&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112349604597612480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112349604597612480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/08/bunyi-2.html' title='Bunyi #2'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-112263213956555613</id><published>2005-07-29T16:54:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T17:15:39.573+07:00</updated><title type='text'>"Bunyi"</title><content type='html'>"Bunyi" diartikan sebagai "suara yang bisa didengar" atau padanan dalam Bahasa Inggrisnya adalah: 1. sound, noise; atau 2. content. Oleh karena itu dalam kalimat: "Peluit berbunyi nyaring", "bunyi" di sini berarti suara atau sound atau noise yang dihasilkan oleh peluit tersebut. Namun apa artinya "bunyi" dalam kalimat: "Seharusnya kamu bisa bunyi" yang ditujukan oleh si A kepada si B?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, itu adalah kalimat yang ditujukan oleh seorang teman kuliah kepada saya setelah lama tidak berjumpa. Jika pertanyaan itu ditujukan pada Marpuah setahun yang lalu, mungkin aku akan marah-marah dan kemudian pergi meninggalkannya begitu saja. Tetapi, banyak hal yang terjadi dalam setahun ini, sehingga jawaban yang saya berikan hanyalah: "Seandainya saya berbunyi, apakah saya harus memberitahu kamu? Dunia kita sudah berbeda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin jawaban itu terdengar sinis bagi orang2 yang tidak mengenal saya. Tapi bagi teman2 yang mengenal saya cukup dekat, mereka memberi saya aplause dan sangat setuju dengan jawaban itu (bukan begitu kawan2? :D). Kenapa saya menjawab seperti itu terhadap sebuah pertanyaan yang "menantang"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang utama adalah karena dalam pertanyaan terkandung berbagai nilai yang sudah sangat berbeda dengan saya, terutama ukuran kesuksesan. Bagi teman saya itu, ukuran kesuksesan adalah jika orang seusia saya atau lebih muda lagi bisa menghasilkan uang milyaran, atau jika dia berani membuka usaha sendiri dan tidak menjadi "orang gajian". Saya pikir itu adalah pandangan yang wajar untuk orang yang berkecimpung di dunia bisnis, tapi tidak wajar untuk orang yang berkecimpung di dunia riset seperti beberapa teman saya yang lain. Bagi mereka, ukuran kesuksesan adalah jika mereka berhasil menulis di jurnal internasional atau artikel mereka disitir oleh orang lain. Sedangkan bagi teman yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, maka ukuran kesuksesan adalah jika ia berhasil mendidik anak2nya menjadi anak yang baik dan berbudi serta menjadi pendukung setia suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menurut saya adalah tidak adil menilai "bunyi" orang lain dengan ukuran kesuksesan kita, karena belum tentu apa yang menurut kita penting juga penting menurut orang lain. Oleh karena itu, saya tidak suka saat teman saya menilai bahwa saya tidak sukses secara materi, karena memang bukan itu yang saya cari. Akhirnya, pengalaman ini kembali mengingatkan saya bahwa setiap kepala mempunyai pola pikir yang berbeda. Maka, saya juga bisa menerima kalau ada di antara pembaca yang tidak setuju dengan pikiran saya ini. Namun berhubung yang membaca blog ini hanyalah teman2 yang seide, saya yakin kalau kalian bakal seide dengan saya :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-112263213956555613?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/112263213956555613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=112263213956555613&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112263213956555613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112263213956555613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/07/bunyi.html' title='&quot;Bunyi&quot;'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-112202922035264707</id><published>2005-07-22T17:44:00.000+07:00</published><updated>2005-07-22T17:47:00.360+07:00</updated><title type='text'>Menerima atau apatis?</title><content type='html'>Satu bulan terakhir ini banyak yang sudah terjadi dalam hidupku. Kehilangan orang yang dicintai pada saat aku tidak ada di tempat. Kejadian yang menghebohkan semua orang karena aku tidak dapat dihubungi. Kejadian yang meninggalkan kesan buruk mengenai diriku pada orang-orang yang tidak memahami situasi saat itu. Jika itu yang ingin mereka pikirkan mengenai aku, maka aku tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa aku lakukan hanyalah menerima apa-apa yang tidak bisa aku ubah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama setelah itu, aku memasuki lingkungan yang sama sekali baru. Dalam lingkungan inilah aku bisa melupakan segala rasa sedih dan duka ku. Aku bisa benar-benar tertawa, bukan tertawa sinis ataupun tertawa pura-pura (atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;plastic&lt;/span&gt; kalau mengikuti istilah ibu kost ku yang sudah lama tidak kusapa). Aku bersyukur masuk ke dalam lingkungan itu karena pengalaman itu memberiku kesempatan untuk menerima semua yang sudah terjadi. Untuk tidak berlarut-larut dalam duka. Untuk mensyukuri apa yang sudah kudapatkan selama ini. Dan untuk belajar menghargai diri sendiri. Untuk disadarkan oleh Yang Maha Kuasa bahwa diri yang diciptakannya ini memang berarti bagi orang lain. Untuk mendapatkan pandangan baru mengenai kehidupan ini. Cara pandang yang sama sekali berbeda dari yang selama ini aku gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kembali ke lingkungan yang lama, maka aku kembali dihadapkan pada masalah-masalah klasik yang tidak terselesaikan, bahkan setelah sebulan kutinggalkan. Aku juga dihadapkan pada kecemasan-kecemasan yang sama. Pada akhirnya aku merasa bahwa semua sifat buruk ku muncul dalam lingkungan yang lama ini. Seberapa besar pun usahaku untuk menekan sifat buruk ini, pada akhirnya ia selalu muncul ke permukaan. Membuatku melakukan dan mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak kulakukan atau pun kukatakan. Tapi adalah pengecut jika aku menjadikan lingkungan sebagai penyebab aku menjadi manusia yang bersifat buruk. Pada akhirnya kusadari bahwa untuk mengubah diriku dalam lingkungan ini hanyalah dengan menerima apa yang tidak dapat saya ubah. Dan mengubah caraku menghadapi orang lain, karena toh saya tidak dapat mengubah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore berangin di kota tercinta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-112202922035264707?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/112202922035264707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=112202922035264707&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112202922035264707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/112202922035264707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/07/menerima-atau-apatis.html' title='Menerima atau apatis?'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111874440258378554</id><published>2005-06-15T08:00:00.000+07:00</published><updated>2005-06-14T17:20:02.596+07:00</updated><title type='text'>Hidup adalah Pilihan</title><content type='html'>"Hidup adalah pilihan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu adalah kata-kata yang menjadi pegangan saya dalam menjalani hidup ini, terutama pada saat saya dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit yang menentukan perjalanan hidup saya selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang sewaktu saya menapaki jalan kehidupan di bawah naungan hijau daun dan biru langit, saya diharuskan untuk memilih yang terbaik dari yang terburuk, atau "the lesser of two evils". Bahkan, kadang hal yang saya inginkan malah tidak terdapat dalam pilihan-pilihan yang terpapar di hadapan saya. Jadi bisa dikatakan bahwa meskipun hidup adalah pilihan, hidup bukanlah soal "multiple choice" dimana salah satu pilihan itu merupakan jawab yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, jika saya sudah menentukan pilihan dan merasa menyesal di kemudian hari, saya kembali kepada kata-kata itu: Hidup adalah Pilihan. Oleh karena itu saya harus berani menanggung dan mempertanggungjawabkan akibat dari pilihan saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama mengarungin hidup ini, tidak terhitung banyaknya penyesalan yang saya rasakan. Jika penyesalan itu sudah sangat menyesakkan dada, maka saya selalu mengingat kata-kata saya sendiri: Hidup adalah Pilihan, dan berharap semoga di masa yang akan datang saya bisa memilih dengan lebih bijak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111874440258378554?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111874440258378554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111874440258378554&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111874440258378554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111874440258378554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/06/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup adalah Pilihan'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111659366308353301</id><published>2005-05-21T10:00:00.000+07:00</published><updated>2005-05-20T19:54:23.086+07:00</updated><title type='text'>Negeriku</title><content type='html'>Waktu saya masih kecil, ada lagu yang selalu dinyanyikan di tingkat TK maupun SD:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nenek moyangku orang pelaut&lt;br /&gt;Gemar mengarung luas samudera&lt;br /&gt;Menerjang ombak tiada takut&lt;br /&gt;Menempuh badai sudah biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira seperti itu bunyinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, lagu itu sangat menggugah semangat untuk mengarungi samudera. Maka saya pun mencoba untuk mengarungi laut biru di negeri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/marpuahm/negeriku1.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;Laut di negeriku beraneka warna. Kecoklatan di sekitar pantai dan muara sungai, biru muda di daerah dangkal, kehijauan jika dasarnya ditutupi oleh pasir, dan biru tua di tempat yang dalam. Kadang permukaannya licin seperti cermin yang beriak tertiup angin sepoi. Kadang permukaannya mengalun tinggi menghanyutkan, kadang bergelombang memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya seharusnya bisa dinikmati oleh turunan pelaut seperti anak-anak negeriku. Namun, saya harus menghadapi kenyataan bahwa saya adalah turunan petani. Karenanya, hampir setiap kali saya menginjakkan kaki di atas perahu atau kapal saya akan mengalami mabuk laut, dari mabuk yang paling ringan hingga paling berat. Atau itu hanya pembenaranku saja? Tapi itulah alasan yang paling bisa saya ajukan untuk kondisiku itu. Oleh karena itu, saya menutup cerita ini dengan gambar sawah nan indah di suatu tempat di negeriku.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/marpuahm/negeriku2.jpg" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111659366308353301?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111659366308353301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111659366308353301&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111659366308353301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111659366308353301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/05/negeriku.html' title='Negeriku'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111658246889332380</id><published>2005-05-20T16:06:00.000+07:00</published><updated>2005-05-20T16:47:48.896+07:00</updated><title type='text'>menara</title><content type='html'>Sepertinya, hampir setiap kota besar dunia mempunyai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;landmark&lt;/span&gt; yang ingin ditonjolkan. Dan dalam banyak kasus, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;landmark&lt;/span&gt; akan berupa menara yang biasanya merupakan menara telekomunikasi ataupun menara TV. Jakarta dengan Monas, Canberra dengan Telstra Tower,  Auckland dengan SkyCity Tower, Seoul dengan Seoul Tower, maupuan Shanghai dengan Shanghai Tower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cita-cita saya adalah mengunjungi menara yang ada di kota yang kebetulan saya datangi. Sejauh ini, menara yang berhasil saya naiki hingga puncak hanyalah SkyCity Tower dan Telstra Tower. Saya hanya pernah naik hingga ke piringan Monas sewaktu SD saya berkunjung ke sana. Padahal saya besar di Jakarta tetapi tidak pernah terlintas keinginan untuk naik hingga ke puncak Monas. Buat saya, asalkan bisa sampai di depan menara saja sudah cukup. Mungkin itu sebabnya kenapa saya juga tidak terlalu berusaha untuk mendaki hingga ke puncak-puncak menara. Asalkan saya bisa berfoto di depan menara itu, maka saya sudah sangat bahagia. Sangat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, itulah yang saya lakukan di Shanghai dan Seoul. Untuk sampai ke Shanghai Tower, kita harus melalui terowongan yang dihiasi dengan berbagai jenis lampu. Terowongan ini berawal dari sisi selatan kota dan menembus di bawah sungai hingga di dekat Shanghai Tower. Perjalanan yang cukup jauh itu tidak terasa karena indera penglihatan dipenuhi oleh warna-warni lampu. Begitu sampai di seberang yang saya lakukan adalah berpose di depan menara dan kembali lagi ke selatan. That's it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Shanghai Tower bisa dicapai dengan mengendarai kereta bawah tanah, maka untuk mencapai Seoul Tower saya harus menaiki sejenis kereta gantung. Untuk menuju ke kereta gantung, saya harus berjalan kaki cukup jauh dari hotel dengan jalan yang cukup menanjak. Sampai di Seoul Tower, saya harus berjalan kaki lagi ke atas untuk mencapai menara. Berhubung saya merasa sayang membuang uang untuk naik ke menara, maka saya hanya duduk dan membeli suvenir di sana. Pemandangan ke Seoul cukup indah, apalagi karena saat itu malam hari sehingga lampu-lampu di bawah terlihat mempesona. Tentu saja saya tidak lupa berpose di depan menaranya. Walaupun kalau dipikir2 sekarang saya merasa seperti orang konyol. Tapi biarlah orang menganggap saya konyol, yang penting gue hepi :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111658246889332380?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111658246889332380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111658246889332380&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111658246889332380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111658246889332380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/05/menara.html' title='menara'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111657997707786301</id><published>2005-05-20T15:56:00.000+07:00</published><updated>2005-05-20T19:01:23.736+07:00</updated><title type='text'>Shanghai</title><content type='html'>Mendengar kata "Shanghai" mungkin yang pertama terlintas di kepala penggemar film kungfu adalah film Jacky Chen yang berjudul "Shanghai Noon". Saya sendiri belum pernah menonton film tersebut jadi tidak tahu seperti apa gambaran Shanghai di film itu. Tetapi kota ini memang sering disebut dalam banyak cerita maupun film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shanghai merupakan kota perdagangan dan pelabuhan di bagian selatan Sungai Yang Tze. Kota ini dibelah dua oleh sebuah sungai besar dengan air yang coklat tetapi penataan tepi sungai yang rapi. Di satu sisi sungai berdiri Shanghai Tower dan gedung-gedung modern, sedangkan di sisi lainnya bangunan bergaya kolonial tetapi dipertahankan dan menjadi daerah perbelanjaan dan perkantoran, terutama bank. Di belakang daerah perbelanjaan terdapat sebuah plaza eksklusif yang banyak dikunjungi oleh expat di kota ini. Plaza yang tertata rapi ini terdiri atas beberapa rumah berarsitektur kolonial yang digunakan untuk pub, kafe dan toko suvenir. Di ujung plaza terdapat sebuah rumah yang diubah menjadi klab eksklusif yang menurut kabar anggotanya hanya orang2 terpilih.&lt;img src="http://www.geocities.com/marpuahm/shanghaitower2.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya ke sana, klab tersebut masih tertutup karena hari masih siang. Bagian depan klab seperti layaknya rumah-rumah bergaya Inggris dengan beranda kecil dengan anak-anak tangga untuk ke jalan. Tumbuhan merambat dan beberapa pot bunga mempercantik bagian depan klab itu. Saat berdiri di depan rumah itu, saya membayangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gentlemen's club&lt;/span&gt; tempat bangsawan Inggris jaman Victoria menghabiskan sebagian besar waktunya untuk sekedar minum-minum atau bermain kartu. Dalam sebagian besar novel yang saya baca, ketenangan klab eksklusif biasanya akan terkoyak oleh kedatangan sang tokoh utama yang biasanya digambarkan ganteng, kaya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;single&lt;/span&gt;, entah terbuang dari masyarakat atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unreachable&lt;/span&gt;, dan jago bermain pedang, anggar atau menembak. Dan tentu saja untuk novel seperti itu sang tokoh utama akan mengalami hidup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;happily ever after&lt;/span&gt;. Karena saya membaca untuk menghibur diri dan bukan untuk berpikir, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;that's fine by me&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111657997707786301?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111657997707786301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111657997707786301&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111657997707786301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111657997707786301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/05/shanghai.html' title='Shanghai'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111502945804218469</id><published>2005-05-17T07:50:00.000+07:00</published><updated>2005-05-18T19:45:07.763+07:00</updated><title type='text'>Tembok Besar</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Salah satu cita-cita saya sewaktu kecil adalah mengunjungi Tembok Besar di Cina. Bagi saya, Tembok Besar adalah tempat pertemuan putra tunggal Pengemis Tangan Beracun dengan keponakan bekas kekasih ayahnya. Pada pertemuan itu, si pengemis cilik mendengarkan permainan kecapi (?) yang mendorongnya untuk memainkan pedangnya sesuai dengan irama kecapi. Pada saat membaca adegan itu, Tembok Besar dalam bayangan saya merupakan tembok panjang yang kadang datar, kadang mendaki dan dipenuhi oleh tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembok Besar dalam bayangan saya juga merupakan dinding pemisah daerah gurun dan daerah yang lebih subur di selatan. Saya membayangkan bahwa para pendekar dari gurun harus melewati penjagaan yang ketat sebelum bisa masuk ke wilayah kerajaan. Bayangan saya ternyata sesuai dengan imajinasi para pembuat film kungfu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu saya beruntung dapat mengunjungi tembok legendaris itu. Saya datang pada saat musim gugur mulai menjelang. Bagian tembok yang saya kunjungi adalah bagian yang terdekat dengan Beijing. Daerah ini bisa dikunjungi dengan mengendarai mobil selama kurang lebih 1 jam dari Beijing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga-bunga berwarna jingga memenuhi perbukitan di sekitar Tembok Besar dengan beberapa pepohonan besar di sana sini. Saya gagal membayangkan para pendekar menuruni perbukitan di sekitar Tembok Besar untuk datang ke ibukota karena bukit dengan pepohonan rimbun terdekat--tempat pendekar biasa berdiam--berada puluhan kilometer dari menara tersebut. Yang terlihat jelas di sana sini hanyalah perbukitan batu yang ditutupi oleh semak dan pepohonan berdaun aneka warna, mulai dari jingga hingga hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun gagal membayangkan bagaimana putra Pengemis Beracun Kim Si Ih bermain pedang diiringi suara kecapi. Kenapa? Karena bagian datar dari Tembok Besar hanyalah bagian dekat menara, yang biasanya dibangun di puncak bukit. Sedangkan penghubung antar menara bukan merupakan anak tangga, tetapi merupakan jalan licin yang menurun dan menanjak. Dan imajinasi dan pengetahuan saya sangat terbatas sehingga saya tidak bisa membayangkan sesorang bermain pedang di jalan dengan kemiringan lebih dari 30 derajat. Why bother anyway. It's just fiction. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111502945804218469?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111502945804218469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111502945804218469&amp;isPopup=true' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111502945804218469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111502945804218469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/05/tembok-besar.html' title='Tembok Besar'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111622108168888241</id><published>2005-05-17T02:30:00.000+07:00</published><updated>2005-05-16T12:24:41.696+07:00</updated><title type='text'>Lombok dan sampah</title><content type='html'>Kemarin saya menonton film dokumenter di salah satu televisi swasta mengenai seorang lelaki asing yang sudah hampir 20 tahun tinggal di Lombok. Di situ diceritakan bahwa laki-laki ini jatuh cinta pada Lombok tetapi juga sedih melihat kotornya pulau cantik ini. Maka dia pun memutuskan untuk hidup di sana dan mendidik masyrakat setempat untuk cinta kebersihan. Usahanya ini dimulai sekitar tahun 1976 dengan membangun WC di sekitar pantai. Setelah itu, ia mendirikan yayasan yang bergerak di bidang kebersihan. Namun, di akhir film disebutkan bahwa setelah puluhan tahun ia berjuang, sedikit sekali perubahan yang terlihat di masyarakat. Ia merasa bahwa ia hanya berjuang sendiri dalam mengatasi sampah di pulau ini, dan ia sudah lelah berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat itulah, film dokumenter tersebut berakhir. Sebuah kalimat yang menyiratkan hal yang biasa terjadi dalam masyarakat Indonesia. Seseorang yang berjuang sekuat tenaga pada akhirnya merasa lelah karena tidak melihat adanya perubahan di sekitarnya. Saya pikir, jika pria ini akhirnya memutuskan untuk berhenti atau bahkan pindah dari Lombok, maka kita akan kehilangan sosok yang bisa diteladani di masyarakat. Kadang terlintas dalam pikiran, apa susahnya membuang sampah pada tempatnya. Apalagi Lombok tidak mengalami kasus seperti Bandung yang kesulitan menemukan tempat pembuangan akhir setelah kasus longsornya TPA Leuwigajah. Namun, itulah salah satu potret buram negeri ini, meminjam istilah yang sering dipakai di televisi. Sebuah bangsa yang masih sulit untuk diajak hidup bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat perjalanan saya terakhir di Lombok. Saya ingat gersangnya daerah antara Pelabuhan Lembar dan Mataram. Saya ingat indahnya Pantai Senggigi yang ditutupi oleh pasir putih yang dikenal dengan Pasir Lombok. Saya ingat lezatnya kangkung plecing dan ayam taliwang. Saya tidak ingat melihat tumpukan sampah. Bagi orang seperti saya yang pernah melihat tumpukan sampah Bandung, Lombok merupakan daerah yang cukup bersih. Ingatan akan Lombok merupakan kenangan indah bagi saya. Saya hanya berharap bahwa jika lelaki itu memutuskan untuk pindah, ia tetap bisa mengingat keindahan Lombok tanpa harus dicemari dengan kesedihannya akibat sulitnya mengubah perilaku masyarakat.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111622108168888241?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111622108168888241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111622108168888241&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111622108168888241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111622108168888241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/05/lombok-dan-sampah.html' title='Lombok dan sampah'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111564227177793304</id><published>2005-05-09T19:35:00.000+07:00</published><updated>2005-05-09T19:37:51.783+07:00</updated><title type='text'>Friends</title><content type='html'>Kemarin saya mendapat email dari seorang kawan baik yang berisikan pesan-pesan mengenai perkawanan. Kawan yang satu ini memang sedikit nyentrik, hobinya mengirimkan gambar-gambar lucu atau email dengan attachment berisi berbagai pesan. Saya pernah mencoba menjawab email ber-attachment itu dengan menceritakan kegiatan saya. Setelah satu dua kali bercerita, biasanya saya tidak akan mendengar lagi darinya. Beberapa waktu kemudian, biasanya dia akan mengirimkan salah satu email ber-attachment lagi. Begitu seterusnya. Karena saya tahu kawan saya memang tipe orang yang seperti itu, maka saya tidak pernah menanti email darinya. Tapi setiap email dari dia akan langsung saya buka dan baca.  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kembali ke attachment yang dikirimkannya kemarin. Attachment itu bercerita mengenai “Best Friends One Year”:&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="font-style: italic;"&gt;You might be best friends one year&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="font-style: italic;"&gt;pretty good friends the next year, &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="font-style: italic;"&gt;don't talk that often the next year, &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="font-style: italic;"&gt;and don't want to talk at all the year after that. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Membaca pesan tersebut menyadarkan saya bahwa banyak kawan yang sudah lama tidak saya sapa. Meskipun saya selalu mengingat mereka di dalam hati, tapi apakah mereka mengetahui betapa pentingnya mereka bagi saya? Mungkin tidak, karena saya tidak pernah menyampaikan hal tersebut kepada mereka. Karena kadang, secara sadar maupun tidak, kita memperlakukan orang-orang di sekitar kita seakan-akan mereka akan selalu di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; selamanya, tanpa kita harus memberikan perhatian kepada mereka. Dan kita baru menyadari betapa pentingnya mereka pada saat kita terpisah jauh dari mereka.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selama perjalanan saya di bawah naungan langit biru maupun hijau daun, saya menjumpai berbagai jenis manusia. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang cocok sebagai rekan seperjalanan, ada yang cocok sebagai rekan minum kopi, dan ada yang cocok untuk bekerja sama. Di antara sekian banyak orang, hanya sedikit yang bagi saya merupakan kawan selamanya. Teman berbagi suka maupun duka, teman perjalanan fisik maupun mental, dan teman berbagi pengetahuan. Miray, Kinoy n Ria, I love you all.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;PS: Ria, sori kalo ini terlalu mendayu-dayu buat kamu :D&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111564227177793304?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111564227177793304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111564227177793304&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111564227177793304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111564227177793304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/05/friends.html' title='Friends'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111466613387276873</id><published>2005-04-28T11:40:00.000+07:00</published><updated>2005-04-28T12:28:53.876+07:00</updated><title type='text'>Saya dan Jenewa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehabis membaca Temple-nya Matthew Reilly, saya langsung meneruskan dengan Eleven Minutes-nya Paulo Cuelho kiriman sahabat baik saya. Buku ini bisa dibilang bertolak belakang jika dibandingkan dengan novel yang saya baca sebelumnya, meskipun keduanya sama-sama berisikan petualangan anak manusia.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Eleven Minutes merupakan kisah perjalanan seorang wanita cantik dari pedalaman &lt;st1:country-region st="on"&gt;Brazil&lt;/st1:country-region&gt; yang ingin melepaskan diri dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kecil tempat dia tinggal. Pada dasarnya dia perempuan romantis yang memimpikan hidup yang tenang bersama suami dan anak-anaknya di peternakan. Bayangannya tentang sang suami adalah laki-laki baik hati yang dapat memahami dirinya. Sebuah cita-cita sederhana (tapi peternakan tidak termasuk sederhana :D) yang merupakan titik tolak banyak buku dan juga shoujo manga. Namun cita-citanya itu membuatnya menjalani kehidupan sebagai perempuan penghibur di Jenewa.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dia berhasil mencapai salah keinginannya melihat dunia dan meninggalkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; kelahirannya. Namun dalam perjalanannya perempuan ini kehilangan ‘jiwa’nya. Sounds familiar? Banyak cerita yang seperti itu. Tetapi yang membedakan buku ini dari cerita-cerita sejenis adalah penggambaran perjalanan tokoh utama dalam usaha menemukan ‘jiwa’nya. Saya bukan seorang kritikus yang bisa menilai isi buku dari berbagai sisi. Untuk saya, sebuah buku terbilang bagus jika isinya bisa menyentuh dan membuat saya berpikir (tapi tidak terlalu keras) mengenai hidup dan diri. Syukur-syukur buku itu bisa mengubah hidup saya. Menurut saya, buku ini merupakan buku yang bagus.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain jalan cerita yang bagus, penggambaran mengenai Jenewa dalam buku ini membuat saya berkhayal berada di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; dan mengamati sepak terjang sang tokoh utama. Seperti yang bisa dibayangkan, setelah membaca buku itu saya mencari-cari paket tur ke Eropa yang memasukkan Jenewa sebagai salah satu tujuannya. Tentu saja harganya jauh dari jangkauan. Jadi yang bisa saya lakukan sekarang adalah bermimpi saja tentang Jenewa dengan danau dan cafenya, serta Rue de Santiago.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111466613387276873?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111466613387276873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111466613387276873&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111466613387276873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111466613387276873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/04/saya-dan-jenewa.html' title='Saya dan Jenewa'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111460465935789237</id><published>2005-04-27T19:22:00.000+07:00</published><updated>2005-04-27T19:24:19.360+07:00</updated><title type='text'>Saya dan Peru</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hobi yang paling tidak bisa saya tinggalkan adalah membaca. Tapi tolong, jangan berprasangka baik dulu pada saya, karena jenis buku yang paling senang saya baca adalah novel dan komik Jepang. Kenapa? Karena saya membaca untuk hiburan, bukan untuk lainnya. Masalahnya adalah, saya mudah terpesona oleh buku yang saya baca, sehingga saya kadang terpengaruh oleh isi buku itu selama beberapa waktu.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akhir minggu lalu, selama tiga hari libur, saya membaca novel karangan Matthew Reilly yang berjudul Temple. Dalam novel itu diceritakan mengenai perburuan patung dewa milik suku Inca yang ternyata terbuat dari bahan radioaktif yang berasal dari luar bumi. Maka berlomba-lombalah berbagai pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan patung itu.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seperti sebagian novel-novel action, tokoh utama adalah orang yang tidak berpengalaman dalam perburuan benda bersejarah. Tapi namanya juga jagoan, dia berhasil mendapatkan patung tersebut, menghancurkan musuh-musuhnya, menghalau binatang sejenis cheetah  pemakan manusia, plus last but not least menyelamatkan dunia.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bukan, yang mempesona saya bukan action sang jagoan, tapi deskripsi mengenai lokasi peristiwa dengan pegunungan Andes yang puncaknya selalu diselimuti salju, hutan Amazon, kuil Inca, sungai besar berair coklat (sounds like rivers at home) yang penuh dengan makhluk mengerikan, terutama buaya air tawar raksasa.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alhasil, awal minggu ini saya menghabiskan waktu saya dengan membaca Lonely Planet Online Destination Peru. Yup, I definitely put Peru as one of my future holiday destination, whenever that “future” might be.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111460465935789237?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111460465935789237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111460465935789237&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111460465935789237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111460465935789237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/04/saya-dan-peru.html' title='Saya dan Peru'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11507340.post-111105203222390134</id><published>2005-03-17T16:22:00.001+07:00</published><updated>2005-04-27T18:53:05.136+07:00</updated><title type='text'>Hijau Daun dan Biru Langit</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hijau daun selalu mewarnai langkahku, sedangkan biru langit menaungi hari-hariku. Namun ada beberapa hari dalam hidupku yang tidak diwarnai oleh hijaunya daun tetapi berganti dengan birunya laut. Tapi, masing-masing memiliki keindahannya sendiri-sendiri. Saya ingin berbagi keindahan itu melalui blog ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11507340-111105203222390134?l=hijau-daun-biru-langit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/feeds/111105203222390134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11507340&amp;postID=111105203222390134&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111105203222390134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11507340/posts/default/111105203222390134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hijau-daun-biru-langit.blogspot.com/2005/03/hijau-daun-dan-biru-langit.html' title='Hijau Daun dan Biru Langit'/><author><name>marpuah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03383949037236374847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry></feed>
